BMKG Pastikan Tak Ada Asap Karhutla Masuk Wilayah Malaysia

Aditya Pratama ยท Jumat, 09 Agustus 2019 - 11:48 WIB
BMKG Pastikan Tak Ada Asap Karhutla Masuk Wilayah Malaysia

Ilustrasi Karhutla (Foto: dokumen)

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masuk wilayah Malaysia. Kepastian itu merujuk data trajektori dan sebaran asap menggunakan satelit Himawari-8, BMKG per 9 Agustus 2019, pukul 09.00 dan 10.00 WIB.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A. Fachri Radjab mengatakan, dari data tersebut dipastikan tidak ada asap yang keluar dari wilayah batas negara atau transboundary haze.

"Berdasarkan data citra Satelit Himawari-8 per tanggal tersebut, asap terdeteksi hanya di wilayah Riau dan Kalimantan Tengah. Arah angin di Riau dan Kalimantan Tengah ini mengarah dari tenggara ke barat laut," tuturnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Dilihat data citra satelit ASEAN Specialized Meteorological Centre (ASMC) pada 8 Agustus 2019, Fachri menuturkan, ada tiga titik panas atau hotspot di wilayah Malaysia. Di samping itu, ada potensi polusi di wilayah Malaysia yang berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah tersebut.

"Demikian juga, sebaran asap di wilayah Pulau Kalimantan yang tidak sampai masuk ke wilayah Malaysia," ujarnya.

Fachri mengungkapkan, berdasarkan data trajektori dan asap pada 9 Agustus 2019, pukul 09.00 WIB, terpantau asap di wilayah Kalimantan Tengah dan tidak terdeteksi adanya transboundary haze.

"Pantauan arah angin di Kalimantan Tengah menunjukkan dari arah tenggara ke barat laut, sedangkan sebaran asap pada umumnya menyebar ke arah barat laut," katanya.

Sedangkan berdasarkan citra satelit modis-catalog.lapan.go.id periode 24 jam terakhir, jumlah titik panas terpantau di beberapa wilayah Indonesia. Rinciannya, titik panas dengan kateogri tinggi atau tingkat kepercayaan di atas 80 persen di wilayah Sumatera dan Kalimatan, yaitu Aceh 10 titik, Jambi 8, Lampung 1, Riau 56, Sumatera Selatan 1, dan Sumatera Utara 3.

"Titik panas di wilayah Kalimantan teridentifkasi di wilayah Kalimantan Barat 27, Kalimantan Selatan 2, dan Kalimantan Tengah 29," ujar Fachri.

Editor : Djibril Muhammad