BMKG Ungkap Penyebab Puluhan Rumah Rusak Usai Gempa M5,1 di Jember
JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan banyak bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa menjadi penyebab puluhan rumah dan bangunan rusak saat gempa magnitudo (M)5,1 di Jember, Jawa Timur, Kamis (16/12) lalu. Dari hasil survei dan evaluasi ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa.
“Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya,” ungkap Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (20/12/2021).
Rahmat mengatakan, berdasarkan hasil temuan BMKG di lapangan, dengan kekuatan gempa magnitude 5,1 dengan intensitas IV—V MMI seharusnya tidak menimbulkan kerusakan massif seperti yang terjadi di Jember. Efek yang ditimbulkan, kata Rahmat, biasanya hanya berupa kerusakan ringan, dengan efek benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.
“Massifnya kerusakan yang terjadi diakibatkan konstruksi bangunan tersebut tidak sesuai standar seperti tidak adanya kolom dan bangunan yang sudah cukup tua,” katanya.
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Jatim Timbulkan Kerusakan di Jember
“Ini diluar skenario pemodelan BMKG, artinya jika gempa dengan magnitudo lebih besar terjadi maka kerusakan yang ditimbulkan akan jauh lebih besar dan luas karena struktur bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa,” tambahnya.