Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Masih Mengancam Kalsel, Petugas Kesulitan Dapatkan Air
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Fokus Tangani Karhutla di 5 Provinsi Timur Indonesia, Luas Terdampak 1.410 Hektare

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:22:00 WIB
BNPB Fokus Tangani Karhutla di 5 Provinsi Timur Indonesia, Luas Terdampak 1.410 Hektare
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima provinsi, termasuk wilayah Indonesia bagian timur. Kebakaran di lima provinsi tersebut telah berdampak pada lahan seluas 1.410 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan lima provinsi yang menjadi prioritas saat ini adalah Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.

Fokus tersebut berbeda dari periode sebelumnya. Saat itu, pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali," ujar Berton dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Berdasarkan data BNPB, Papua Selatan menjadi provinsi dengan area terdampak karhutla terluas, yakni 502 hektare. Selanjutnya, Sulawesi Tengah mencapai 295 hektare, Sulawesi Tenggara 257 hektare, Maluku 182 hektare, dan Kalimantan Timur 174 hektare.

Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter guna mendukung operasi pemadaman dari udara atau water bombing serta operasi modifikasi cuaca (OMC).

Dari total armada tersebut, sebanyak 39 unit berasal dari BNPB, 15 unit dari TNI, dan empat unit merupakan dukungan pemerintah daerah serta dunia usaha.

Berton menjelaskan jumlah armada berkurang satu unit setelah pesawat atau helikopter yang sebelumnya beroperasi di Jawa Timur ditarik. Penarikan dilakukan karena kondisi kebakaran di wilayah tersebut relatif kondusif.

Meski demikian, seluruh armada yang tersedia tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

"Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun water bombing, kami akan segera melaksanakan kegiatan tersebut," kata Berton.

Selain pemadaman melalui udara, pemerintah juga mengoptimalkan OMC dengan menyemai natrium klorida (NaCl) dan es kering (dry ice) untuk memicu hujan.

Pada 29 Oktober 2026, BNPB telah melaksanakan 17 sorti OMC dengan total bahan semai mencapai 23.900 kilogram. Namun, operasi tersebut masih difokuskan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Berton menyebut upaya tersebut membantu memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, di Sumatera Selatan, hujan yang turun memiliki intensitas sangat ringan hingga ekstrem.

Dia menegaskan operasi modifikasi cuaca masih terus berlangsung untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

"Kita berharap hujan-hujan seperti ini tetap terjadi, sehingga titik-titik api, bara api yang ada di bawah permukaan dapat dipadankan secara sempurna," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut