Karhutla Masih Mengancam Kalsel, Petugas Kesulitan Dapatkan Air
BANJAR, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan meski hujan beberapa kali mengguyur dalam sepekan terakhir. Di Kabupaten Banjar, relawan bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berjibaku memadamkan api yang membakar semak belukar dan lahan persawahan bekas panen.
Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala keterbatasan sumber air, sementara kobaran api di sejumlah titik mulai mendekati permukiman warga.
Kondisi tersebut membuat relawan dan petugas BPBD harus bekerja ekstra untuk mencegah api meluas dan merambat ke rumah penduduk. Pemadaman dilakukan secara intensif agar kebakaran tidak semakin meluas.
"Yang terbakar itu semak belukar dan pepohonan akasia, Hingga saat ini yang kita terima laporan di Pusdalops sekarang dan di daerah lain juga masih ada, karhutla masih berlanjut," ujar anggota BPBD Kabupaten Banjar Muhammad Hakim Abdillah di lokasi, Jumat (30/10/2026).
Dia mengatakan, petugas masih terus melakukan penanganan di sejumlah lokasi kebakaran. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan mencapai 28.775,45 hektare. Jumlah kejadian karhutla tercatat sebanyak 5.550 kejadian, dengan total 53.708 titik panas yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Besarnya luasan lahan terbakar dan masih munculnya titik api menunjukkan ancaman karhutla di Kalimantan Selatan belum berakhir. Petugas dan relawan pun terus melakukan pemadaman serta mengantisipasi kebakaran yang berpotensi mengancam permukiman warga.
Editor: Kurnia Illahi