Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Ungkap 5 Gunung di Indonesia Berstatus Siaga, Ini Daftarnya

Selasa, 08 September 2026 - 18:43:00 WIB
BNPB Ungkap 5 Gunung di Indonesia Berstatus Siaga, Ini Daftarnya
Gunung Anak Krakatau. (Foto: Setkab)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap lima gunung api di Indonesia yang saat ini berstatus Siaga atau Level III. Salah satunya Gunung Anak Krakatau yang baru saja mengalami erupsi.

"Jadi kita memang sekarang ini ada lima gunung yang sedang level 3 atau level siaga. Namun, kami akan coba nanti menjelaskan mengenai situasi Gunung Anak Krakatau," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Lima gunung api yang berstatus Siaga tersebut yakni Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara; Gunung Anak Krakatau yang berada di antara Lampung dan Banten; Gunung Merapi di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Yogyakarta, dan Jawa Tengah; Gunung Semeru di Lumajang dan Malang, Jawa Timur; serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berton menjelaskan, khusus Gunung Anak Krakatau, aktivitas vulkaniknya masih berada pada Level III. Dengan status tersebut, masyarakat dan wisatawan direkomendasikan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Sementara itu berdasarkan analisis citra satelit, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak ke arah barat mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 15 knot.

"Gunung Anak Krakatau, kalau kita lihat dari gambar ini arah angin sekarang bersama abunya sudah bergerak ke arah barat sesuai analisis citra satelit dengan kecepatan angin 15 knot. Jadi kalau kita lihat SIGMET-nya atau signifikan meteorologisnya saat ini abu vulkanik tersebut lebih cenderung mengarah ke Laut Hindia," tuturnya.

Menurut Berton, kondisi tersebut membuat wilayah Lampung, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta relatif lebih kondusif dari paparan abu vulkanik. Seiring kondisi itu, delapan bandara yang sebelumnya sempat ditutup telah kembali beroperasi setelah mendapat keputusan dari otoritas terkait.

BNPB juga telah melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menangani dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca dengan metode cloud seeding.

"BNPB sudah melakukan respons terhadap keadaan abu yang ada di sekitar Banten, Jawa Barat, DKI maupun Lampung. BNPB sudah melakukan operasi modifikasi cuaca melalui metode cloud seeding," katanya.

Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan juga telah menginstruksikan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik, seperti Jakarta, Banten, dan Lampung.

Kebijakan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Pelaksanaan PJJ pun masih bersifat dinamis dan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

"Di beberapa lokasi di DKI, Banten, dan di beberapa kabupaten/kota sudah dilakukan PJJ, dan ada yang membuka, ada yang buka besok hari, ada juga sampai besok hari. Ini sangat dinamis melihat situasi yang ada di lapangan," ujar Berton.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut