Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BEI Bertemu MSCI Hari Ini, Pertanyakan Penurunan Kasta Pasar Saham RI
Advertisement . Scroll to see content

Bos BEI Heran MSCI Mau Turunkan Status Pasar Modal RI, Singgung Upaya Transformasi 

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02:00 WIB
Bos BEI Heran MSCI Mau Turunkan Status Pasar Modal RI, Singgung Upaya Transformasi 
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mempertanyakan rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Dia mengaku heran karena upaya transformasi pasar modal Indonesia sebelumnya disebut mendapat respons positif dari penyedia indeks global tersebut.

Rencana penurunan klasifikasi itu masih dalam tahap konsultasi hingga akhir April 2027. MSCI dijadwalkan menyampaikan keputusan pada Juni 2027.

Jeffrey mengatakan, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait selama ini terus mengomunikasikan perkembangan reformasi pasar modal kepada MSCI, FTSE, serta pelaku pasar, termasuk investor global.

"Hal-hal yang sudah dilakukan oleh OJK dan SRO, itu secara continue kami komunikasikan. Tidak hanya dengan MSCI, tetapi juga FTSE dan seluruh partisipan pasar, termasuk investor global. Kita lihat sendiri di bulan Juni, feedback positif itu diberikan. Kita melihat ada apresiasi yang diberikan atas upaya yang sudah dilakukan," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dia menambahkan, pengumuman MSCI pada Jumat (16/10/2026) mengejutkan berbagai pihak. Jeffrey menyebut, BEI dan regulator juga mempertanyakan alasan pengumuman tersebut muncul setelah perkembangan reformasi sebelumnya memperoleh respons positif.

"Pengumuman yang disampaikan pada Jumat subuh itu memang tidak diperkirakan oleh banyak pihak. Jadi, jika muncul pertanyaan mengapa pengumuman tersebut dikeluarkan setelah berbagai perkembangan yang sebelumnya mendapat respons positif, kami juga memiliki pertanyaan yang sama," tuturnya.

Pengumuman tersebut turut memicu kekhawatiran di pasar dan diikuti aksi jual saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi sekitar 11,57 persen, berdasarkan data dalam bahan yang disampaikan.

Jeffrey menegaskan, BEI bersama OJK dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus berkomunikasi dengan MSCI untuk mendapatkan penjelasan lebih terperinci. Mereka juga akan menyampaikan perkembangan reformasi yang telah dilakukan untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia.

Dia memastikan agenda transformasi tetap berjalan meski MSCI berencana meninjau kembali klasifikasi pasar modal Indonesia. Upaya tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, kualitas keterbukaan informasi, serta tata kelola pasar modal.

"Akan ada upaya-upaya berkelanjutan untuk meningkatkan transparansi, kredibilitas, dan tata kelola pasar modal kita. Progres yang telah dicapai sejauh ini sudah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak," tuturnya.

BEI menjadwalkan pertemuan daring dengan MSCI pada Senin (19/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, BEI akan meminta penjelasan mengenai pertimbangan di balik rencana penurunan klasifikasi Indonesia menjadi standalone market.

BEI juga akan membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menjawab perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Hasil pembahasan diharapkan menjadi dasar bagi regulator dan otoritas bursa untuk menentukan tindak lanjut reformasi yang diperlukan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut