BEI Klaim Reformasi Pasar Saham Didukung Investor Global, MSCI Masih Minta Bukti
JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim sejumlah reformasi pasar modal, mulai dari penghapusan batas harga terendah saham atau floor price Rp50 hingga penerapan short selling, mendapat dukungan investor global. Namun, investor masih membutuhkan bukti lebih kuat untuk menilai efektivitas pembenahan tersebut di tengah proposal Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mereklasifikasi Indonesia menjadi standalone market.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi menuturkan, pihaknya menanggapi serius pengumuman MSCI. BEI akan meminta waktu untuk mengklarifikasi berbagai perhatian yang masih dimiliki penyedia indeks global tersebut.
Menurut Iding, salah satu persoalan utama adalah kebutuhan investor global terhadap bukti yang lebih kuat mengenai hasil reformasi pasar modal Indonesia.
“Sebagian investor global merasa bukti dan efektivitas reformasi yang kami lakukan masih perlu diperkuat,” ujar Iding dalam jumpa pers di kantor BEI, Jumat (16/10/2026).
Selama ini, BEI melakukan pembenahan pada aspek transparansi, integritas, dan likuiditas pasar. Dari sisi keterbukaan informasi, bursa menurunkan ambang pengungkapan kepemilikan saham dari sebelumnya 5 persen menjadi 1 persen.