Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukti Ganasnya Pembalasan Iran, Foto-Foto Kehancuran Pangkalan Militer AS Dirilis Media
Advertisement . Scroll to see content

BP2MI Gagalkan Penyelundupan 21 Calon Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Senin, 13 September 2021 - 01:29:00 WIB
BP2MI Gagalkan Penyelundupan 21  Calon Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah
Puluhan ca;on pekerja ilegal ditampung di sebuah balai latihan kerja di kawasan Batu Ampar, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id  - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggagalkan penyelundupan 21 tenaga kerja migran yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah secara ilegal. Puluhan tenaga kerja yang didominasi perempuan ini pun menangis saat mengetahui bakal diperkerjakan secara ilegal.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, sebelum diberangkatkan ke Timur Tengah calon pekerja migran ilegal ditampung di sebuah balai latihan kerja di kawasan Batu Ampar, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.”Rencananya akan diselundupkan ke Arab Saudi pada malam ini,” kata Benny, Minggu (12/9/2021).

Menurutnya, perekrutan pekerja ilegal ini acap kali dilakukan dengan modus calo. Biasanya para calo mencari mangsanya disekitar wilayah Jawa Barat. Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangkap otak dibalik bisnis pekerja migran ilegal ini.”Kita sedang buru otak dari kasus ini,” katanya.

Dia mengatakan, kebanyakan dari para calon pekerja migran ini masuk dalam perangkap lantaran diiming imingi penghasilan besar ketika berangkat kerja ke timur tengah.”Kesulitan ekonomi yang membuat mereka terpaksa menjadi pekerja migran untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, modus yang dilakukan pelaku adalah mengimingi korban dengan gaji sebesar Rp 4 juta per bulan setelah mereka tiba di negara tujuan. 

Bahkan, modus yang dilakukan adalah memberikan uang di awal sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta per imigran yang dititipkan untuk keluarga mereka di kampung. Padahal uang itu akan dipotong dari gaji mereka setiap bulan.

Perusahaan penyalur tenaga kerja tersebut, kata dia, memanfaatkan calo sebagai perantara perusahaan dengan korban. Saat ini, seluruh korban dalam kondisi sehat, namun mengalami guncangan psikologi sebab terkejut saat diberitahu petugas bahwa penyalur tenaga kerja yang membawa mereka adalah ilegal.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut