BPJS Kesehatan Luncurkan Program Nadi JKN, Bayar Iuran Kini Bisa Dicicil
JAKARTA, iNews.id - BPJS Kesehatan meluncurkan program Nadi JKN (Menabung demi IuranJKN). Program ini dihadirkan untuk memudahkan peserta mempersiapkan pembayaran iuran secara lebih ringan dan terencana.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menjelaskan, program Nadi JKN dirancang untuk membantu masyarakat yang memiliki penghasilan harian, seperti pengemudi ojek online (ojol). Melalui program ini, peserta dapat menabung sedikit demi sedikit setiap hari hingga mencukupi pembayaran iuran bulanan.
"Ini menjadi peran atau kesempatan kita untuk bisa membantu teman-teman ojol ini bagaimana membayar iuran dengan cara mencicil, menabung," kata Prihati usai meluncurkan program Nadi JKN di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Dia menambahkan, sesuai peraturan perundang-undangan, peserta yang aktif membayar iuran akan memperoleh perlindungan jaminan kesehatan. Karena itu, status kepesertaan aktif penting agar peserta tetap mendapat kepastian layanan kesehatan ketika jatuh sakit.
"Penting sekali buat teman-teman kita ini ketika melaksanakan kegiatan harian ini jatuh sakit, dia mendapatkan kepastian berobat dan ini adalah proteksi finansial," tuturnya.
Adapun, sebanyak 54 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus tidak aktif. Padahal, jika seluruh peserta tersebut kembali membayar iuran, BPJS Kesehatan berpotensi memperoleh tambahan dana sekitar Rp2 triliun setiap bulan.
"BPJS sekarang anggotanya sudah 285 juta jiwa, tetapi sayangnya sebesar 54 juta masih belum aktif atau tidak aktif, dan ini kalau kita bayangkan, yang 54 juta ini membayar, kita mendapatkan dana 2 triliun tiap bulan untuk mereka yang tidak aktif," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad mengapresiasi inovasi yang dihadirkan BPJS Kesehatan. Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Dengan adanya Nadi JKN ini bisa mencicil dan sangat memudahkan mereka dan alhamdulillah keluarga mereka pun bukan hanya kepala keluarganya saja, sampai anak istrinya mereka bisa mencicil untuk kesehatan dan menjadi peserta BPJS Kesehatan," ucap Raffi.
Raffi menyebut masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas guna mendukung kemajuan bangsa.
"Yang paling penting sehat dulu karena sehat itu penting, karena sehat itu milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala, milik kita semua mudah-mudahan kita sehat," kata Raffi.
Program Nadi JKN dikembangkan dalam dua skema layanan, yakni digital-kolektif dan konvensional-perorangan, sehingga dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan karakteristik yang berbeda.
Pada skema digital-kolektif, peserta mendaftar melalui platform mitra seperti aplikasi digital dan ekosistem komunitas yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Peserta kemudian menabung secara berkala, misalnya harian atau mingguan, melalui fitur yang disediakan mitra.
Ketika dana yang terkumpul telah mencukupi, mitra akan membayarkan iuran JKN peserta melalui virtual account yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.
Saat ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan target peserta yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.
Sementara pada skema konvensional-perorangan, peserta dapat menabung melalui koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), atau lembaga masyarakat yang menjadi mitra Program Nadi JKN.
Editor: Aditya Pratama