Breaking News: Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Tidak Ditemukan Racun hingga Tanda Kekerasan
"Ditandai dengan adanya lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri, lemak adomen yang tebal, dinding arteri koroner yang keras dan menebal, serta ditunjang pemeriksaan histopatologi yang menunjukkan penyempitan domain pembuluh arteri mencapai 75 persen," ucapnya.
Berdasarkan kesimpulan hasil ekshumasi, pihaknya menyatakan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian. Namun, temuan kandungan kafein dalam tubuh Sutrimo dinilai memberat kondisi penyakit itu.
"Penyakit jantung iskemik tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian. Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan Klinik Modernt, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Penyebab kematian Sutrimo (42) sempat belum dapat dipastikan setelah proses ekshumasi dan autopsi. Tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap puluhan sampel yang diambil dari tubuhnya.