Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BBM Campur Etanol 10 Persen Berlaku Mulai 2027, Bahlil Ajak Pengusaha Tanam Singkong-Tebu
Advertisement . Scroll to see content

BRIN bakal Uji Coba Campuran Singkong untuk Padamkan Karhutla, Begini Prosesnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:19:00 WIB
BRIN bakal Uji Coba Campuran Singkong untuk Padamkan Karhutla, Begini Prosesnya
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersiap menguji coba campuran berbahan singkong untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area yang lebih luas. Uji coba lapangan dijadwalkan berlangsung pekan ini, setelah pengujian sebelumnya dilakukan di lahan BRIN dengan cakupan terbatas.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, persiapan uji coba saat ini terus dilakukan. Namun, campuran tersebut masih membutuhkan bahan tambahan yang harus didatangkan dari luar negeri.

“Soal singkong ini, kan ada bahan baku yang memang harus diimpor. Dan kemudian barang yang sudah ada, insyaallah sekarang kita ke lapang minggu ini,” kata Arif setelah dipanggil Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026) malam.

Arif menambahkan, campuran untuk pemadaman karhutla tersebut tidak hanya menggunakan singkong, tetapi juga membutuhkan Ammonium Polyphosphate (APP). Senyawa kimia ini berfungsi sebagai penghambat api dan diperlukan dalam proses pembuatan campuran.

“APP (Ammonium Polyphosphate). Jadi ada APP yang memang harus diimpor untuk mencampur singkong itu. Supaya tidak menggumpal,” tuturnya.

Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyebut, salah satu hal yang masih diperhitungkan adalah kapasitas produksi dan luas area yang bisa ditangani menggunakan campuran tersebut. Sebab, proses produksi membutuhkan waktu sebelum bahan dapat digunakan dalam skala yang lebih besar.

“Memang lagi dihitung ini sekarang ini. Karena emang untuk produksi itu kan butuh, butuh waktu, ya,” ucapnya.

Arif menuturkan, pengujian sebelumnya baru dilakukan di lahan milik BRIN dengan luasan terbatas. Pada tahap berikutnya, BRIN akan mencoba menerapkan campuran tersebut di area yang lebih luas untuk mengetahui penerapannya di lapangan.

“Ya, kita akan coba kan selama ini kan baru dicoba di tanah, di tanah BRIN ya, di tanah yang ada di tanah yang luasnya baru sekecil. Nah, sekarang kita coba untuk luasan yang lebih besar lagi,” ujar Arif.

Meski demikian, Arif belum mengungkapkan luas lahan yang akan menjadi lokasi uji coba maupun target area penanganan karhutla menggunakan campuran tersebut.

“Ya, mohon doanya moga-moga lancar,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut