Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BRIN Kaji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla: Secara Teori Sangat Memungkinkan
Advertisement . Scroll to see content

Inovasi Aryanto Misel Cirebon, Sulap Kulit Singkong Jadi Bom Bola Pemadam Api

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:38:00 WIB
Inovasi Aryanto Misel Cirebon, Sulap Kulit Singkong Jadi Bom Bola Pemadam Api
Aryanto Misel, warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kulit singkong disulap menjadi bom bola pemadam api . (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

CIREBON, iNews.id – Siapa sangka kulit singkong yang selama ini kerap dianggap limbah tak terpakai mampu diubah menjadi alat pemadam kebakaran canggih. Di tangan Aryanto Misel, warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kulit singkong disulap menjadi bom bola pemadam api yang mampu memadamkan si jago merah hanya dalam hitungan detik. 

Temuan yang diberi nama Annaro Fire Stop ini kembali mencuri perhatian publik di tengah maraknya isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Sekilas bentuknya cukup sederhana, yakni menyerupai bola yang dibungkus material styrofoam. Namun saat dilemparkan ke dalam titik api, bom bola kulit singkong ini akan pecah dan meledak melepaskan serbuk pemadam khusus. Sumbu di dalam bola yang tersulut api memicu reaksi petasan pendorong. 

Aryanto Misel memaparkan bahwa kandungan potasium sitrat dalam ekstraksi kulit singkong bekerja efektif memutus langsung mata rantai reaksi pembakaran, bukan sekadar menutupi akses oksigen. 

"Komposisi Annaro Fire Stop ini 90 persen berasal dari ekstrak kulit singkong yang dipadukan dengan katalis, bahan antigumpal, serta bahan pendorong. Alat ini bekerja memutus rantai kimia pembakaran," ujar Aryanto, Minggu (30/8/2026). 

Selain bentuk bola, Aryanto juga merancang APAR berkonsep tabung yang diisi gas nitrogen untuk memberikan tekanan tinggi serta mencegah serbuk menggumpal. 

Teknologi yang mulai dikembangkan Aryanto sejak awal tahun 2000-an ini rupanya telah diakui secara internasional. Resep dan lisensi temuan ini bahkan telah dibeli oleh perusahaan asal Jepang pada tahun 2010 silam, meski Aryanto masih diizinkan memproduksi dalam skala rumahan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut