Budiman Sudjatmiko usai Diskusi di UGM Kisruh: Pemerintah Tetap Terbuka Dikritik
"Nah, pada saat kami menjelaskan itu semua, tiba-tiba dari arah belakang menyeruak rombongan puluhan orang merangsek membawa toa, poster, spanduk, merangsek ke panggung dan mengepung kami dan meminta kami untuk segera keluar dari ruangan diskusi itu," tutur Budiman.
"Kemudian memaki-maki kami, presiden, dan seluruh kabinet sebagai pembohong, saya sebagai pengkhianat reformasi, tidak memperhatikan rakyat miskin segala macam, kira-kira begitu. Padahal yang kami mau sampaikan dalam dialog itu nantinya adalah bagaimana sebenarnya program-program pengentasan kemiskinan dan apa yang kurang, apa yang salah, apa yang keliru. Kami menunggu masukan dari mahasiswa tapi dialog itu ditutup sampai kemudian ada beberapa tindakan yang secara fisik bisa membahayakan," imbuhnya.
Budiman mengungkapkan ada pukulan yang mengarah ke Sudaryono dan dirinya. Namun, tak kena lantaran dihalangi oleh ajudannya.
"Dan ketika dianggap situasi sudah tidak kondusif, sudah ada lempar-lemparan botol kepada kami, kemudian kami sebenarnya mau bertahan di situ karena kami tidak boleh pergi dari situ kalau bukan pihak panitia dan bukan pihak kampus yang mengusir kami. Kalau kami diusir, disuruh pergi oleh pihak panitia dan pihak kampus sebagai tuan rumah, ya tentu saja kami mau," tutur Budiman.
Editor: Rizky Agustian