BUMN Bahan Peledak Kembali Operasikan Pabrik, Tekan Ketergantungan Impor
“Peluncuran Pabrik Electronic Detonator menandai lompatan dalam pengembangan teknologi bahan peledak yang menghadirkan akurasi, efisiensi, serta tingkat keamanan peledakan yang lebih tinggi. Sementara reoperasi Pabrik Booster memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi Dahana,” ujar Andyawan.
Andyawan juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), budaya keselamatan atau safety culture, serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dalam pengoperasian fasilitas tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan menilai langkah Dahana tersebut sejalan dengan strategi Holding DEFEND ID dalam memperkuat industri pertahanan dan energetic material nasional.
“Reoperasi Pabrik Booster DAYAPRIME dan hadirnya Pabrik Assembly Detonator Elektronik berteknologi HEBS-II bukan sekadar penambahan kapasitas produksi. Ini menjadi bukti bahwa strategi holding untuk memperkuat hulu industri pertahanan dan energetic material berjalan sesuai arah yang dirancang bersama,” tutur Joga.
Melalui peluncuran Electronic Detonator dan pengoperasian kembali Pabrik Booster, Dahana berupaya memperkuat kapasitas produksi dan penguasaan teknologi dalam industri bahan peledak nasional.
Editor: Aditya Pratama