Buru Tiga Terduga Pelaku Kasus Novel Baswedan, Tim Teknis Polri Gandeng Dukcapil

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 07 Agustus 2019 - 15:35 WIB
Buru Tiga Terduga Pelaku Kasus Novel Baswedan, Tim Teknis Polri Gandeng Dukcapil

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Mochammad Iqbal. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Polri telah membentuk tim teknis kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tim yang dipimpin Kabareskrim Komjen Pol Idham Azis itu telah bekerja sejak 1 Agustus 2019.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Mochammad Iqbal mengungkapkan, tim teknis menggandeng Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mengejar tiga terduga pelaku penyerangan.

Dukcapil diperlukan untuk membantu serta mencocokkan data dari hasil face recognition dan Inafis atas ketiga orang itu. "Kita sudah bekerja sama dengan Dukcapil. Kita akan kembali analisa CCTV, Face Recognition, hasil Inafis. Kemudian Dukcapil mencocokan mana orang yang dikira identik," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Iqbal mengatakan, sebelum menjalin kerja sama dengan pihak terkait, tim teknis sudah melakukan serangkaian rapat kerja perencanaan. Bahkan, tim teknis juga kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kita sudah memulai rapat-rapat bekerja pada awal A, terus sudah juga mengeksplor kembali kejadian perkara, TKP," ujarnya.

Iqbal yakin tim teknis dapat menangkap para terduga pelaku secepat mungkin. Dia pun optimis tabir kasus tersebut dapat terungkap.

"Tim ini kan tim terbaik, jadi akan mengembangkan dari subtim-subtim yang lain. Kalau ditanya kepada saya sebagai juru bicara, tim ini tidak berkata pesimis, kita optimis akan ungkap," tuturnya.

Diketahui, tim teknis ini merupakan tim lanjutan dari temuan tim pencari fakta. Kabareskrim Polri Komjen Pol. Idham Azis ditugaskan sebagai penanggung jawab tim teknis dan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nico Afinta ditunjuk sebagai ketua tim teknis.

Tim mulai bekerja dari 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019, sesuai perintah Presiden RI Joko Widodo yang memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada tim teknis. Namun, Mabes Polri memberikan waktu tugas selama enam bulan.

Editor : Djibril Muhammad