Cak Imin Sebut Doa Kiai dan Santri di Balik Pengesahan UU Pesantren

Abdul Rochim ยท Minggu, 13 Oktober 2019 - 02:00 WIB
Cak Imin Sebut Doa Kiai dan Santri  di Balik Pengesahan UU Pesantren

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (dua dari kiri) di acara penandatanganan prasasti Ponpes Peradaban Dunia Jagat Arsy sebagai pesantren NU di Serpong, Tangsel, Banten, Sabtu, (12/10/2019). (Foto: iNews.id/Abdul Rochim).

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar terus menyosialisasikan Undang-Undang Pesantren ke berbagai daerah. Seperti yang dilakukan di sela-sela penandatanganan prasasti Pondok Pesantren Peradaban Dunia Jagat Arsy sebagai Pesantren Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu, (12/10/2019).

Cak Imin yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hadir didampingi Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim. Cak Imin yang belakangan akrab disapa Gus Muhaimin mengatakan, pengesahan UU Pesatren merupakan berkah yang patut disyukuri oleh semua pihak, terutama seluruh kalangan pesantren di Indonesia.

Menurut Gus Muhaimin, UU Pesantren ini belum tentu bisa dibuat atau disahkan lagi untuk 50 tahun ke depan. Alasannya, dari awal sudah banyak yang menentang karena dianggap negara tidak perlu ikut campur dalam urusan pesantren.

”Tapi alhamdulillah karena doa para kiai, masyayih, dan santri, akhirnya pengesahan UU Pesantren berjalan dengan mulus dan semua fraksi di DPR setuju,” ujarnya.

Menurut Gus Muhaimin, di saat semua pihak terkonsentrasi tertuju pada RUU yang lain, UU Pesantren dengan mudah disahkan dan tak ada lagi kontroversi. ”Ini membuktikan pada akhirnya semua sadar bahwa pesantren menjadi solusi atas gegap gempita kekacauan akhlak kehidupan bangsa ini,” ucap politikus kelahiran Jombang, Jawa Timur ini.

BACA JUGA: UU Pesantren Disahkan, Selawat Nabi Menggemar di DPR

Kehadiran Gus Muhaimin di pesantren yang terletak di Kompleks Nusaloka BSD Sektor 14-6, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Banten itu disambut jajaran pengurus dan ratusan santri. Tampak pula Mursyid Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Abah Aos, Pengasuh Pesantren Jagat Arsy KH Budi Rahman Hakim atau akrab disapa Abah Jagat.

”Jangan ingat masalah nanti jadi bermasalah. Jangan ingat penyakit nanti menjadi sakit,” kata Gus Muhaimin mengutip perkataan Abah Jagat dari Abah Aos.

Sebelum penandatanganan prasasti dimulai, Gus Muhaimin beserta rombongan sempat mengikuti Manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jailani.

Manaqib ini dipimpin langsung Abah Aos yang bernama lengkap Sayyidina Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Alqodiri Annaqsyabandi Almuttaqi Almujaddid Almuwaffaq Almahdi Alqthub Assomadani.

BACA JUGA: UU Pesantren Disahkan, PBNU Minta Kemenag Keluarkan PP

Sementara itu, Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim mengatakan, UU Pesantren yang disahkan pada sidang paripurna, 24 September 2019 lalu, menjadi kado istimewa bagi umat Islam, terutama para kiai dan santri se-Indonesia.

Lukman mengatakan, UU Pesantren ini menjadi capaian perjuangan yang membanggakan di akhir masa periode masa jabatan DPR. Apalagi, pembahasan RUU Pesantren sempat diwarnai silang pendapat di kalangan wakil rakyat di Parlemen.

Menurut dia, lahirnya UU Pesantren ini akan menjadi sejarah awal penguatan pesantren, baik secara kelembagaan maupun sumber daya manusia di dalamnya.

”Pesantren yang merupakan lembaga tertua di Republik ini, saat ini sudah mendapat mendapat pengakuan negara dan diberi tempat yang layak,” kata dia.

Dia berharap dengan lahirnya UU Pesantren ini, ke depan tidak ada lagi dikotomi antara pendidikan pesantren dan nonpesantren sehingga ini menjadi langkah awal untuk menciptakan pemerataan pendidikan di Indonesia.


Editor : Zen Teguh