Cegah Radikalisme, Kemnaker Bekali Pekerja Migran dengan Kurikulum Bela Negara
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menggandeng Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk memberikan pembekalan bela negara bagi para calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mencegah paparan radikalisme sebelum berangkat ke luar negeri.
Upaya itu penting dilakukan mengingat Indonesia sebagai negara pemasok pekerja migran terbesar di Asia harus mulai waspada dengan maraknya ideologi terorisme yang mulai merekrut para PMI.
"Saya harus bergerak cepat, melakukan koordinasi dan memutuskan untuk memberikan wawasan kebangsaan dan ideologi kepada para pekerja migran sebelum berangkat ke luar negeri," kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/11/2020).
Ida mengaku tidak ingin kecolongan kembali dengan kejadian perekrutan yang dilakukan teroris terhadap PMI, Abdullah Hasyim atau Carsim yang dicurigai oleh pihak Korsel sebagai teroris.
Warga Kabupaten Indramayu itu dinyatakan berangkat ilegal dan pada tahun 2007 dideportasi dari Korsel.