Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selain 9 Perusahaan Sawit, Polri Tetapkan 223 Orang Tersangka Karhutla
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Hoegeng Tolak Jadi Duta Besar usai Tak Jabat Kapolri, Alasannya Bikin Anak-Anaknya Terdiam

Jumat, 02 Oktober 2026 - 06:00:00 WIB
Cerita Hoegeng Tolak Jadi Duta Besar usai Tak Jabat Kapolri, Alasannya Bikin Anak-Anaknya Terdiam
Kapolri 1968-1971, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso (Dok. Istimewa/Arsip)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso diberhentikan dari posisi Kapolri pada 2 Oktober 1971. Sebelum pemberhentian tersebut, Hoegeng sempat ditawari untuk menduduki jabatan duta besar atau dubes Indonesia untuk Swedia.

Namun, Hoegeng menolak tawaran itu. Pemerintah kemudian kembali menawarkan posisi dubes untuk Kerajaan Belgia, Belanda dan Luksemburg. Tawaran tersebut diberikan karena istrinya, Meri, merupakan keturunan Belanda. Selain itu, Hoegeng fasih berbahasa Belanda.

Hoegeng kembali menolak tawaran tersebut. Pria kelahiran Pekalongan itu beranggapan masa pengabdiannya sebagai Kapolri belum selesai. Dia masih ingin melanjutkan pengabdiannya di Tanah Air.

Penolakan itu kemudian berujung pada pertemuan Hoegeng dengan Presiden ke-2 Soeharto di kediamannya di Jalan Cendana. Dalam pertemuan tersebut, Soeharto kembali menawarkan jabatan duta besar kepada Hoegeng.

"Tugas apa pun saya akan terima asal jangan jadi dubes, Pak," jawab Hoegeng, seperti dikutip dari buku Hoegeng, Polisi Idaman dan Kenyataan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut