Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Kapolda Berganti lewat Mutasi Polri Terbaru, Ini Daftarnya
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Hoegeng Tolak Jadi Duta Besar usai Tak Jabat Kapolri, Alasannya Bikin Anak-Anaknya Terdiam

Jumat, 02 Oktober 2026 - 06:00:00 WIB
Cerita Hoegeng Tolak Jadi Duta Besar usai Tak Jabat Kapolri, Alasannya Bikin Anak-Anaknya Terdiam
Kapolri 1968-1971, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso (Dok. Istimewa/Arsip)
Advertisement . Scroll to see content

Mendengar jawaban tersebut, Soeharto kemudian menegaskan, "Di Indonesia tidak ada lagi lowongan buat Hoegeng," kata Soeharto.

Hoegeng pun berhenti sebagai Kapolri saat itu. Tawaran menjadi duta besar kemudian dinilai sejumlah pihak sebagai upaya pemerintah Soeharto untuk 'membuang' Hoegeng ke luar negeri setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolri.

Setelah diberhentikan, Hoegeng mengembalikan seluruh fasilitas kedinasannya, termasuk mobil dinas.

Dalam sebuah makan malam bersama keluarganya, Hoegeng kemudian menjelaskan alasan di balik keputusannya menolak jabatan duta besar. Menurut dia, posisi tersebut seharusnya diisi oleh seorang diplomat, bukan anggota kepolisian.

Anak-anak Hoegeng sempat membujuk ayahnya agar menerima tawaran tersebut. Mereka melihat kesempatan itu sebagai peluang untuk bisa tinggal dan merasakan kehidupan di luar negeri.

Namun, Hoegeng justru marah dan menggedor meja makan setelah mendengar alasan tersebut. "God verdome! Kamu tahu. Kalau Papimu jadi dubes, kerjanya hanya seremonial seperti bertemu dengan perwakilan pemerintah negara asil sambil minum atau makan. Padahal di negara kita ini banyak rakyat yang tengah kesulitan hidup dan makan dan minum saja sulit," katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, anak-anak Hoegeng pun langsung terdiam.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut