Cerita Mendagri Tito Sekolahkan 3 Anak di Singapura: Lebih Murah Dibanding Jakarta
"Jadi hanya 600.000, sedangkan di tempat yang lama di Jakarta 1,6. Dan kemudian ke sekolah jalan kaki karena cuma 5-7 menit. Mereka lebih sehat, tidak perlu beli mobil, nggak perlu sopir, nggak perlu minyak. Kan lebih murah," ungkapnya.
Eks Kapolri itu menilai keberhasilan Singapura dalam membangun sistem pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan alam. Menurut dia, negara tersebut lebih menitikberatkan investasi pada sumber daya manusia (human capital).
Tito menyebut Singapura mengalokasikan 30 persen anggarannya untuk sektor pendidikan. Alokasi tersebut membuat standar kualitas sekolah dinilai lebih merata sehingga sistem zonasi dapat diterapkan secara murni.
Dengan sistem tersebut, setiap anak dapat memperoleh sekolah berkualitas yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Kondisi ini mengurangi kebutuhan orang tua untuk mencari sekolah favorit yang lokasinya jauh dari rumah.
"Nah, itu saya ingin gambarkan mengenai digitalisasi government. Ngantar anak sekolah nggak perlu datangin ke dinas pendidikan, dikerjain lagi sambil bisik-bisik lagi yang eselon bawah itu kan ngedip-ngedip, 'Ada nggak kamunya? Ada nggak kamu?' Maksudnya apa? Amplop tuh," pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin