Cerita Mendagri Tito Sekolahkan 3 Anak di Singapura: Lebih Murah Dibanding Jakarta
Tito kemudian membandingkan pengeluaran yang harus dia tanggung ketika menyekolahkan anak di Jakarta Selatan dengan biaya pendidikan di Singapura. Saat berada di Jakarta, dia mengaku membayar Rp1,6 juta per bulan untuk satu anak.
Maka, dengan tiga anak, biaya pendidikan yang harus dikeluarkan mencapai Rp4,8 juta per bulan. Pengeluaran tersebut belum termasuk uang jajan. Tito mengaku memberikan Rp50.000 per hari kepada masing-masing anak, sehingga total uang jajan untuk tiga anak mencapai Rp150.000 setiap hari.
Biaya lain juga muncul karena jarak sekolah yang cukup jauh dari rumah. Tito mengatakan dia harus menyediakan kendaraan untuk ketiga anaknya karena tidak dapat mengantar sendiri. Selain membeli mobil, dia juga harus membayar sopir dan menanggung biaya bahan bakar.
"Karena jauh dari rumah ya, dan saya nggak bisa nganter karena saya juga butuh kendaraan, saya harus beli kendaraan buat anak saya bertiga. Setelah itu perlu sopir, bayar sopir, perlu bensin ya kan. Jadi hitungannya 4,8 ditambah sopir, ditambah beli mobil, tambah bensin, tinggi," tuturnya.
Sementara itu, saat tinggal di Singapura, Tito mengaku hanya membayar sekitar 100 Dolar Singapura per bulan untuk setiap anak. Dengan nilai tukar pada 2008 yang berada di kisaran Rp6.000 per Dolar Singapura, biaya tersebut setara sekitar Rp600.000 per anak setiap bulan.