Cerita Nadiem Batalkan Liburan saat Kasus Laptop Naik Penyidikan: Saya Siap Hadapi Badai
JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaku langsung memotong waktu liburan saat tahu perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook naik ke penyidikan. Hal itu diungkapkan Nadiem saat membacakan nota keberatan atau eksepsi, Senin (5/1/2026).
Nadiem mengaku saat itu dirinya tengah berlibur bersama istrinya, Franka Franklin di luar negeri.
"Saat pertama kali saya mendengar kasus ini masuk tahap penyidikan, saya lagi di luar negeri berdua dengan istri saya. Saya langsung memotong liburan saya dan kembali ke tanah air untuk menghadapi kasus ini," kata Nadiem saat membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Menurut Nadiem, dirinya siap menghadapi badai segala tuduhan hukum yang menjerat namanya. Hal itu dilakukan lantaran dia menganggap dirinya bersih.
"Saya siap menghadapi badai, karena hati nurani saya bersih. Seluruh karier saya, baik di Gojek maupun di Kemendikbud, adalah ikhtiar saya untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Saya sudah diberkati Allah dengan kesuksesan finansial, tetapi itu tidak pernah menjadi tujuan hidup saya," sambungnya.
Dalam kesempatan ini, Nadiem juga membantah ingin memperkaya diri melalui proyek Chromebook saat dirinya menjabat Mendikbudristek. Menurutnya, jika hendak memperkaya diri, maka dirinya hanya akan tetap berada di dunia bisnis.
"Kalau memang tujuan saya memperkaya diri, saya akan memilih untuk tetap di dunia bisnis, di mana semua pintu terbuka bagi saya untuk meraih kesuksesan. Saya tidak mungkin mempertaruhkan kebebasan dan reputasi saya yang telah saya bangun selama puluhan tahun hanya untuk menambah kekayaan saya," katanya.
Sebagai informasi, Nadiem didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2020-2022.
Angka ini berasal dari Rp1,5 triliun (Rp1.567.888.662.716,74) yakni angka kemahalan harga Chromebook.
Kemudian Nadiem disebut melakukan kerugian keuangan negara pada CDM yang dinilai tidak diperlukan dan tidak bermanfaat yang mencapai USD44.054.426 atau setara Rp621 miliar berdasarkan kurs terendah periode Agustus 2020-Desember 2022.
Selain itu, Nadiem didakwa menguntungkan diri sendiri dan pihak lain. Total 25 pihak diperkaya termasuk Nadiem yang mendapatkan keuntungan sebesar Rp809 miliar.
Editor: Reza Fajri