Cerita Pedagang Bakso di Tangsel Aktif Ikut Ajaran NII lalu Pilih Hijrah ke NKRI
"Saya juga bingung awalnya, kenapa banyak yang bilang radikal segala macem. Padahal kalau pengajiannya bagus, makanya waktu itu saya aktif," katanya.
Beberapa lama, TK merasakan ada kejanggalan dalam ajaran NII. Terutama soal kepemimpinan dan negara Islam, dia menganggap NII mau mewujudkan semua itu dengan cara merebutnya dari NKRI.
"NKRI lebih jelas aja. Kalau di NII kan nggak ada yang urus surat-surat keperluan (administrasi) segala macam. Sedangkan kita kalau mau urus apa-apa ya ke NKRI. Makanya saya nggak sepakat soal ajaran negaranya (NII) itu," sambungnya.
TK tak terlalu detail memaparkan hal-hal apa dalam ajaran NII yang dianggap bertentangan. Namun secara umum dia mengatakan, hijrah dirinya kembali pada NKRI karena tak ada ketenangan yang didapat saat menjadi anggota NII.
"Semua sembunyi-sembunyi, sesama kita aja yang tahu. Kalau mau pengajian atau apa pun itu semua rahasia, kayak ngumpet-ngumpet. Jadi ibadah kita nggak tenang, kayak orang punya salah," ungkapnya.
Dia pun mulai berani mencari perimbangan dengan belajar ke sumber lain di luar kelompok NII. Setelah yakin dengan pencerahan itu, barulah dia menyatakan keluar dari NII.
"Sekarang saya, istri dan keluarga sudah baiat, ikrar ke NKRI," tandasnya.
Editor: Faieq Hidayat