Cerita Yasonna Laoly Pernah Jadi Loper Koran untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Fahreza Rizky ยท Kamis, 08 April 2021 - 16:05:00 WIB
Cerita Yasonna Laoly Pernah Jadi Loper Koran untuk Penuhi Kebutuhan Hidup
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly. (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonongan Laoly menceritakan dirinya pernah menjadi loper koran saat menempuh pendidikan di Amerika Serika (AS). Menurut dia, jika ingin sukses maka harus mempunyai mental tahan banting.

Hal itu diungkapkan Yasonna saat menghadiri inaugurasi perkumpulan Alumni Amerika Serikat (Alumnas) di District 1 Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/4/2021).

Yasonna tercatat pernah mengenyam internship in higher education administration Roanoke College, Salem Virginia, USA pada 1983-1984. Lalu dia menempuh studi S2 (master of science) di Virginia Commonwealth University pada 1986. 

Kemudian dia melanjutkan pendidikan S3 (Ph.D/doktor) di North Carolina University pada 1994.

"Cara belajarnya memang berbeda, itu tidak ada waktu leha-leha, bila perlu tidur di perpustakaan. Memang dibutuhkan kesungguhan," ujarnya di lokasi.

Yasonna yakin kemampuan anak Indonesia tidak kalah dengan warga dunia lainnya asalkan mau bersungguh-sungguh dalam belajar dan berusaha.

"Kita anak-anak Indonesia bisa, kadang-kadang bule-bule itu kita kalahkan itu. Kaget juga, saya belajar itu lihat bule dari kecil makan cheese (keju), kita makan ubi singkong. Kalau punya komitmen tinggi (pasti sukses)," tutur dia.

Yasonna tidak terbayang bisa bersekolah di luar negeri. Sebab ia berasal dari kampung. Namun berkat kegigihan dan kekuatan yang dibangunnya, dia akhirnya mendapatkan 'tiket' sekolah di luar negeri.

"(Memang) tidak mudah. Dalam perjuangannya bawa keluarga saya pernah paper man, tukang koran, kurang uang, pagi-pagi antar koran, fight, fighting spiritnya harus kuat," ucap Yasonna.

Di sisi lain, Yasonna yang didapuk menjadi Dewan Penasihat Internasional Alumnas, ingin para alumni AS membantu pemerintah untuk keluar dari tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Alumnas harus memunculkan gagasan yang solutif atas persoalan bangsa saat ini.

"Kita akan melakukan seminar-seminar untuk pikiran kebangsaan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Ini agenda Jimmy (Ketum Alumnas) dan teman-teman, di tengah tantangan kita sekarang menghadapi pandemi Covid dan bagaimana ekonomi kita di tengah pandemi kita keluar dari sini," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Halaman : 1 2