Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila
Advertisement . Scroll to see content

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Senin, 30 Maret 2026 - 15:20:00 WIB
Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog
Masyarakat menggunakan masker untuk cegah penyakit Covid-19. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kemunculan Covid-19 varian baru yang dikenal sebagai Cicada (BA.3.2) memicu kekhawatiran di sejumlah negara. Lalu, apakah varian ini sudah masuk ke Indonesia?

Epidemiolog dari Griffith University Australia dr Dicky Budiman menilai kemungkinan varian tersebut telah masuk ke Tanah Air cukup besar, meski belum ada data spesifik yang mengonfirmasi. Dia menjelaskan, tingginya mobilitas internasional, terutama saat momentum Lebaran, membuka peluang masuknya berbagai varian baru Covid-19 ke Indonesia.

"Kalau masuk ke Indonesia sudah sangat mungkin BA.3.2 ini sudah masuk atau bahkan menyebar sebetulnya," ujarnya saat diwawancara iNews.id, Senin (30/3/2026).

Menurut dia, saat ini sudah mulai terlihat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan dengan gejala seperti demam, nyeri tenggorokan, batuk, dan pilek. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan varian terbaru Covid-19.

Masyarakat Jangan Panik, Cicada Tidak Berbahaya

Covid-19 varian baru, namanya Cicada. (Foto: Ilustrasi AI)
Covid-19 varian baru, namanya Cicada. (Foto: Ilustrasi AI)

Dokter Dicky meminta agar masyarakat tidak panik. Dia menegaskan situasi saat ini berbeda dengan masa awal pandemi, karena sebagian besar masyarakat sudah memiliki imunitas, baik dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya.

"Tidak perlu panik. Kita sudah punya imunitas, sehingga dampaknya umumnya tidak akan separah dulu," katanya.

Dia juga menyebut, varian Cicada tidak terbukti lebih mematikan dibanding varian sebelumnya. Sebagian besar kasus bahkan dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 5 hari tanpa perawatan intensif.

Meski begitu, varian ini memiliki kemampuan immune escape atau menghindari sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan terjadinya reinfeksi atau infeksi ulang. Karena itu, kelompok rentan tetap harus meningkatkan kewaspadaan. 

Kelompok rentan itu meliputi lansia, penderita penyakit penyerta (komorbid), individu dengan gangguan imunitas, serta ibu hamil.

"Kelompok rentan ini yang harus diwaspadai, karena varian ini lebih mudah menyebabkan reinfeksi pada mereka," ucapnya.

Selain itu, dia juga menyoroti keterbatasan surveilans genomik di Indonesia yang membuat deteksi varian secara spesifik belum optimal.

Untuk itu, masyarakat tetap diimbau menjaga protokol kesehatan dasar, seperti memakai masker saat sakit, menjaga kebersihan tangan, dan menghindari kontak dengan kelompok rentan jika mengalami gejala infeksi pernapasan. Dengan langkah tersebut, risiko penyebaran varian baru Covid-19, termasuk Cicada, dapat ditekan tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut