Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara Pangkas Perusahaan BUMN Besar-besaran, Target Sisa 200 dari 1.046
Advertisement . Scroll to see content

Danantara Ungkap 52 Persen BUMN Masih Rugi, Hanya 15 Perusahaan Beri Dividen

Senin, 05 Oktober 2026 - 18:52:00 WIB
Danantara Ungkap 52 Persen BUMN Masih Rugi, Hanya 15 Perusahaan Beri Dividen
CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DanantaraRosan Roeslani mengungkap kondisi keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai masih belum optimal. Dari total 1.074 perusahaan pelat merah, hanya 15 korporasi yang memberikan dividen dengan payout ratio mencapai 97 persen dari laba bersih.

Rosan mengatakan, sebagian besar BUMN masih mengalami kerugian. Dia menyebut, sebanyak 52 persen perusahaan BUMN berada dalam kondisi rugi.

"Awal perusahaan 1.074, yang memberikan dividen 97 persen itu hanya dari 15 perusahaan. Nah, yang lainnya mungkin rugi. Sebagian besar itu 52 persen rugi," kata Rosan saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Rosan menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melanjutkan program streamlining atau konsolidasi BUMN. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sekaligus mengoptimalkan aset yang dimiliki perusahaan pelat merah.

Pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah entitas BUMN, tetapi juga memastikan aset yang dimiliki mampu memberikan nilai ekonomi lebih optimal.

"Intinya supaya BUMN ini produktivitasnya lebih meningkat dan efisiensinya lebih meningkat. Aset-aset BUMN juga sangat banyak. In terms of aset kita besar, tapi in terms of cash flow-nya, pendapatannya mungkin berbanding asetnya masih sangat kecil," tuturnya.

Rosan menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar aset-aset BUMN dioptimalkan melalui perencanaan yang baik, terukur, dan terstruktur. Menurutnya, Danantara sebagai sovereign wealth fund juga dituntut memastikan pengelolaan aset tersebut mampu menghasilkan keuntungan atau yield yang baik.

"Ini yang Bapak Presiden memberikan arahan, bagaimana sekarang kita mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan tentunya perencanaan yang baik, terukur, terstruktur, dan juga memberikan, karena kita sovereign wealth fund, memberikan juga keuntungan, yield yang baik," ucap Rosan.

Rosan menegaskan, program streamlining BUMN akan terus dilanjutkan hingga 2027. Pemerintah akan menganalisis berbagai aset dan sektor yang berada di bawah BUMN untuk menentukan langkah optimalisasi yang paling tepat.

"Kita akan analisa semua, apakah itu di jalan tol, di airport, oil and gas, bandara, pelabuhan, nanti kita analisa semua," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut