Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan karena Istri Posting Konten Negatif tentang Penusukan Wiranto

Aditya Pratama ยท Jumat, 11 Oktober 2019 - 19:08 WIB
Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan karena Istri Posting Konten Negatif tentang Penusukan Wiranto

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mencopot dua anggota TNI AD. Pencopotan terkait unggahan istri mereka di media sosial yang memuat konten negatif tentang insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto.

”Saya hanya ingin menyampaikan sehubungan dengan beredarnya postingan di sosmed, menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka AD telah mengambil keputusan. Pertama, kepada dua individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD,” kata KSAD di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Individu pertama berinisial IPDL dan kedua LZ. IPDL merupakan istri komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ merupakan istri dari sersan dua (serda) Z.

Menurut Andika, kedua individu itu diduga melanggar UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE terkait postingan. Karena itu, AD mendorong prosesnya ke peradilan umum.

BACA JUGA: Wiranto Ditusuk di Banten, Ini Perintah Jokowi kepada Kapolri dan Kepala BIN

Untuk Kolonel HS dan Serda Z dinilai telah memenuhi pelanggaran terhadap UU Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.

”Sehingga konsekuensinya pada Kolonel HS tadi sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya, dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan ringan 14 hari,” ujarnya.

Sedangkan terhadap Serda Z dikeluarkan surat perintah melepas jabatannya dan dan menjalani hukuman disiplin.

”Proses serah terima atau pelepasan administrasi sudah saya tanda tangani, tapi besok akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar, Kodam Hasanuddin yaitu Sulsel dan Sultra,” kata Andika.

Berdasarkan penelusuran, dalam akun media sosialnya LZ menulis unggahan bernada nyinyir terhadap Wiranto. Dia menulis, "Cuma sama pisau saja ko, belum kaya dokter di Wamena, belum kayak mahasiswa yg meninggal karena kepalanya retak gara2 dipukul benda tumpul, ga kayak anak2 yg meninggal gara2 asap di riau dan jambi. So, gak usah lebay lah."


Editor : Zen Teguh