Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nirempati ke Timothy, Calon Dokter Unud Calista Amore Minta Maaf: Saya Menyesal
Advertisement . Scroll to see content

Dapatkah Rasionalitas Berpikir Bertahan di Zaman Artificial Intelligence? 

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:42:00 WIB
Dapatkah Rasionalitas Berpikir Bertahan di Zaman Artificial Intelligence? 
Firman Kurniawan S, Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital, Pendiri LITEROS.org (Foto: Dok Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Simpang siur kedua soal penyebab Timothy bunuh diri. Sebagian perbincangan di media sosial menduga dia bunuh diri dipicu perundungan yang dialami saat kuliah. Dugaan ini diperkuat ibunya yang sempat menemani Timothy beberapa saat kuliah di Bali, lantaran ada perubahan perilaku yang mengkhawatirkannya. Namun kampus menampik dan menyebut perundungan baru terjadi setelah berita kematiannya beredar. Dasarnya, ditemukan perbincangan di WhatsApp Group (WAG) berisi candaan bernada perundungan terkait kematian yang menyedihkan itu. 

Terhadap ketakpatutan itu, kampus menindak pelakunya. Enam mahasiswa yang terlibat dijatuhi sanksi akademik dan permintaan maaf kepada keluarga maupun khalayak. 

Percapakan WAG dijadikan bukti oleh kelompok yang berteori Timothy bunuh diri akibat perundungan dan perundungan sudah lama terjadi di Kampus Universitas Udayana. Perbicangan WAG adalah puncaknya, bahkan orang meninggal pun jadi bahan candaan. Sedangkan pihak kampus menjadikan perbincangan di WAG itu sebagai petunjuk peristiwa yang sebaliknya. Akibat kesimpangsiuran itu, polisi maupun tim investigasi kampus menyelidiki lebih lanjut.

Kedua peristiwa di atas menyedihkan sekaligus membingungkan. Menyedihkan lantaran peristiwa terjadi di lembaga pendidikan, tempat yang diharapkan sebagai persemaian manusia yang berperilaku patut selain tentunya punya akal pikiran yang berisi pengetahuan. Namun disebut membingungkan, akibat khalayak tak jelas harus bersikap apa. Ini tampak dari polarisasi komentar yang tak jelas orientasinya. Muncul pertanyaan, masih dapatkah warga digital di tengah zaman derasnya informasi berpikir rasional?

Pertanyaannya memang ditujukan kepada warga digital. Lantaran, telah dialaminya perubahan cara berpikir yang sangat mendasar. Ini dibandingkan saat warga yang diimbuhi kata digital itu belum terpengaruh oleh logika digital. Apa perubahan cara berpikir yang sangat mendasar itu? Perubahan akibat tergerusnya cara berpikir yang rasional. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut