Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tangis Penyesalan Ibunda Mandala Rizky, Tak Mampu Penuhi Permintaan Sepatu Terakhir Sang Anak
Advertisement . Scroll to see content

Dari Sepatu Rusak ke Tragedi Kemanusiaan

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:35:00 WIB
Dari Sepatu Rusak ke Tragedi Kemanusiaan
Pimpinan Ombudsman RI, Maneger Nasution. (Foto: Dok. Ombudsman RI)
Advertisement . Scroll to see content

Maneger Nasution
Pimpinan Ombudsman RI

PERISTIWA meninggalnya seorang pelajar di Kalimantan Timur bernama Mandala, yang diduga berawal dari penggunaan sepatu sekolah yang sudah tidak layak pakai, menjadi alarm serius bagi negara dan seluruh penyelenggara pelayanan publik

Tragedi ini tidak dapat sekedar dipandang sebagai persoalan pribadi atau kemiskinan keluarga, melainkan harus dilihat sebagai indikasi adanya sistem perlindungan sosial, pelayanan kesehatan, dan pengawasan kesejahteraan peserta didik yang belum optimal pelaksanaannya.

Dalam perspektif pelayanan publik, sekolah, pemerintah daerah, dan institusi terkait semestinya memiliki mekanisme deteksi dini terhadap kondisi sosial-ekonomi siswa yang rentan. 

Ketika seorang pelajar harus bertahan menggunakan fasilitas yang tidak layak hingga berdampak pada kesehatan serius, maka terdapat dugaan lemahnya kehadiran negara dalam memastikan akses pendidikan yang manusiawi, aman, dan berkeadilan.

Bantuan perlengkapan sekolah, layanan kesehatan preventif, hingga pendampingan sosial seharusnya mampu menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu sebelum situasi berkembang menjadi fatal.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari tersedianya program, tetapi dari sejauh mana negara mampu memastikan layanan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan peserta didik, integrasi data kemiskinan, serta respons cepat institusi pendidikan dan kesehatan perlu segera dilakukan agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Negara tidak boleh terlambat hadir apalagi abai ketika keselamatan dan masa depan anak menjadi taruhannya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut