David Pajung Duga Ada Upaya Pecah Belah di Balik Kericuhan 27 Agustus
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum All Cipayung Nusantara, David Pajung menilai ada pihak-pihak yang berupaya memecah soliditas pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui berbagai narasi setelah rangkaian demonstrasi pada Agustus 2026.
David menilai, kerusuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa bukan berasal dari kelompok demonstran yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Menurutnya, terdapat pihak lain yang menunggangi aksi untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintah.
"Yang kita protes adalah kelompok perusuh, penyusup, pembonceng yang sudah menciptakan prakondisi, sudah menyampaikan isu 4-5 bulan sebelumnya bahwa akan ada kerusuhan besar nanti," kata David dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Demo Agustus 2026' yang disiarkan di iNews, Selasa (1/9/2026).
David juga mengapresiasi massa aksi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dinilainya telah menyampaikan aspirasi secara damai.
Dia menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan ditujukan kepada mahasiswa maupun masyarakat yang berdemonstrasi, melainkan kepada pihak-pihak yang diduga memanfaatkan momentum aksi untuk kepentingan tertentu.
David mengingatkan kelompok relawan pendukung pemerintah agar tidak terjebak dalam upaya adu domba. Menurutnya, terdapat pihak yang berusaha membangun narasi seolah-olah terjadi perpecahan antara Presiden Prabowo, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kita harus hati-hati, teman-teman kita seperjuangan hati-hati kita dipecah ini oleh kelompok-kelompok kepentingan yang sudah me-framing," ujarnya.
Menurut David, pihak-pihak tersebut berupaya membentuk opini bahwa pemerintahan saat ini gagal dan tidak lagi mendapat dukungan masyarakat.
Karena itu, dia meminta seluruh elemen pendukung pemerintah tetap solid dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berkembang setelah demonstrasi berujung ricuh.
"Tujuan mereka untuk me-framing bahwa pemerintah gagal, ada kerusuhan, lalu menciptakan opini bahwa pemerintah ini sudah ditolak oleh rakyat," katanya.
Editor: Aditya Pratama