Deteksi Positif Corona, 6.500 Orang Diperiksa

Felldy Utama, Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 29 Maret 2020 - 21:18 WIB
Deteksi Positif Corona, 6.500 Orang Diperiksa

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah memeriksa sebanyak 6.500 orang terkait virus corona atau Covid-19. Hasil pemeriksaan akan menjadi indikator penambahan data kasus positif. Sejauh ini, 1.285 orang telah dinyatakan terinfeksi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, hasil pemeriksaan sekaligus menggambarkan bahwa masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi sehingga ditemukan lebih banyak angka penularan karena kontak dekat di lingkungan masyarakat.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan pada lebih dari 6.500 orang di dalam kaitannya dengan pemeriksaan ini di mana sekarang kita pahami ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 kasus positif," kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Dia menuturkan, dengan adanya penambahan angka kasus positif tersebut, pemerintah meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan jaga jarak di dalam berkomunikasi sosial, baik di luar maupun di dalam ruangan.

Langkah ini penting untuk memutus rantai penyebaran virus corona penyebab covid-19.

"Upayakan tetap berada di dalam rumah. Apabila terpaksa keluar rumah, maka jaga jarak, hindari kerumunan, kemudian gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari menyentuh wajah, kemudian praktikan betul etika saat batuk dan bersin," kata Yuri.

Masyarakat juga diharap dapat memahami betul penularan penyakit Covid-19, yakni melalui percikan ludah atau droplet saat seseorang batuk dan bersin. Karena itu, menjaga jarak sangat disarankan, sekurangnya 1 meter, sebab droplet dapat terhirup masuk ke saluran napas orang yang sehat, akibatnya akan terjadi penularan.

Dia melanjutkan, droplet atau percikan ludah dapat jatuh ke benda-benda sekitar yang sering disentuh secara bersama. Tanpa sadar orang bisa menyentuh, kemudian tanpa cuci tangan langsung makan, minum serta mengusap wajah sehingga terjadi perpindahan virus.

Hal yang juga menjadi penting dalam kasus ini adalah peran serta masyarakat untuk turut melindungi dan menjaga bagi siapapun yang sakit. Menjauhi atau mengkucilkan warga yang sedang sakit merupakan tindakan yang justru memperburuk keadaan.

"Mari sekali lagi kita lindungi yang sakit jangan di diskriminasikan, jangan distigmarisasi, tapi lindungi dia agar bisa melakukan isolasi di lingkungannya, bukan untuk dikucilkan, tapi untuk dibantu agar dia bisa melakukan isolasi diri dengan sebaik-baiknya," ujar Yuri.

Bagi yang sehat, jaga kondisi tubuh dan patuhi protokol kesehatan agar tidak sakit. Hal tersebut menjadi kunci dalam rangka menanggulangi penyakit covid-19. Bagi yang sehat juga harus dilindungi jangan sampai sakit.

"Ini lah kunci keberhasilan kita untuk menanggulangi penyakit ini," ucapnya.

Pemerintah Indonesia juga mengajak mayarakat untuk selalu mengikuti informasi yang benar terkait Covid-19 melalui beberapa saluran baik di situs website covid19.go.id, maupun call center 119/117.

Editor : Zen Teguh