Di Mahasiswa Bersuara, Sherly Annavita Ungkap Alasan Berani Bahas Isu Sensitif
Menurutnya, pembahasan yang berlangsung selama delapan hingga 10 menit bisa dipotong menjadi klip satu atau dua menit dan kemudian beredar tanpa konteks lengkap.
“Ketika itu masuk ke dunia digital, ternyata itu menjadi sesuatu yang liar, bola liar. Artinya mungkin kita mem-posting-nya 8 menit atau 10 menit misalnya di satu platform, dan itu bisa menjadi hanya 1 atau 2 menit clip-clip-nya dan beredar, sehingga kita kehilangan konteks,” kata dia.
Meski menyadari risiko tersebut, Sherly akhirnya memilih untuk tetap membicarakan isu sosial dan politik. Keputusan itu diambil dari keresahan, bukan semata-mata karena keberanian.
“Kalau sosial, politik, pada akhirnya impact dari kebijakan itu kena ke kita semua,” ucapnya.
Salah satu momen yang kemudian membuatnya semakin aktif menyuarakan pandangan adalah Pemilihan Presiden 2019. Saat itu, Sherly melihat banyak perdebatan publik yang menurutnya memperlihatkan logika berpikir yang terbolak-balik maupun berbagai bentuk falasi.