Dibangun PTPP, RSUD KH Muhammad Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, yang dibangun oleh PT PP (Persero) Tbk (PTPP). Kehadiran rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah pesisir serta daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan kepulauan (3T).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hadirnya fasilitas kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat Pesisir Barat.
“Saya menyambut baik dan dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan saya bisa hadir di sini, dan saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat ini di Kota Krui ini sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Kepala RSUD Eva Hadaniah Al Syati, serta Direktur PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad.
Menkes dalam laporannya menyampaikan, pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir Krui merupakan bagian dari program pembangunan 66 rumah sakit di berbagai daerah yang ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan.
“Atas perintah Bapak kami terima kasih sekali diberi kepercayaan, 66 rumah sakit termasuk di sini dibangun agar bisa melayani sakit stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu dan anak. Lima penyebab kematian utama agar semuanya dilayani di sini dan selesai di sini,” ujar Menkes.
Menkes juga memberikan apresiasi terhadap kualitas bangunan RSUD KH Muhammad Thohir Krui yang telah diselesaikan oleh PTPP. “Rumah sakit ini kualitasnya bagus karena dibangun oleh Danantara, melalui PTPP,” ucap Menkes.
PTPP menyelesaikan pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir Krui melalui skema design and build dengan nilai kontrak sebesar Rp152,99 miliar. Proyek yang dilaksanakan selama 290 hari kalender tersebut berhasil diselesaikan dengan capaian progres 100 persen sesuai target yang telah ditetapkan. Pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan kapasitas layanan kesehatan nasional.