Dicopot dari Pimpinan Baleg, Ini Kata Rieke Diah Pitaloka

Abdul Rochim ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 19:57:00 WIB
Dicopot dari Pimpinan Baleg, Ini Kata Rieke Diah Pitaloka
Politikus DPR Rieke Diah Pitaloka. (Foto: DPR).

JAKARTA, iNews.id – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka akhirnya buka suara terkait pencopotan dirinya dari jabatan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR. Dia menyebut rotasi dalam alat kelengkapan dewan (AKD) merupakan hal biasa.

Dengan pencopotan ini, berakhir pula tugasnya di Baleg. Karena itu, dia akan fokus di Komisi VI.

”Tugas saya dari partai dan fraksi di Baleg sudah selesai karena ada penugasan lain yang juga tidak kalah pentingnya,” kata dia, Kamis (9/7/2020).

Kendati demikian, mantan bintang sinetron ini enggan menjelaskan lebih detail apa tugas lain tersebut. Dia seolah ingin memberikan kejutan nantinya.

”Sabar, ntar nggak seru,” ucapnya.

Yang pasti, kata Rieke, pada saatnya nanti tugas baru tersebut juga akan diketahui publik. Tugas baru itu tak kalah penting dan membutuhkan konsentrasi. Dia pun berharap doa agar mulus menjalankan tugasnya.

Sekretaris Fraksi PDIP DPR Bambang Wuryanto mengatakan, setelah tak lagi menjabat di Baleg, Rieke sementara akan bertugas penuh di Komisi VI yang membidangi industri, perdagangan, BUMN, koperasi dan UMKM. Menurut dia, komisi ini juga butuh kerja fokus.

”Komisi VI butuh fokus, kenapa? Karena Menteri BUMN (Erick Thohir) melaksanakan pembaruan dengan melaksanakan mengklaster BUMN,” ujar Bambang.

Politikus yang akrab disapa Pacul ini mengatakan, dari 142 BUMN, sekarang ini tinggal 107 dan ini akan diturunkan terus sampai ke angka 80-90 BUMN. Selanjutnya akan turun menjadi 70. Klaster BUMN juga diturunkan dari 27 menjadi 12 klaster. Erick juga telah menugaskan masing-masing wakil menteri memegang 6 klaster. Bagi Komisi VI, hal ini harus menjadi fokus.

”Itu clear, sudah pernah dibuktikan di lapangan. Jadi jangan pernah ada pikiran, Mbak Rieke salah, dihukum, dicopot, dirotasi, itu pikiranmu (wartawan). You are wrong..! Clear? Ceto?” tuturnya.

Pacul juga memuji kiprah Rieke selama ini di DPR. Rieke adalah Anggota DPR RI tiga periode. Tercatat menghasilkan beberapa pencapaian, di antaranya memelopori Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan meloloskan Undang-Undang Nomor 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). UU tersebut disahkan pada akhir 2011.

Menurutnya, Rieke juga berhasil memimpin Pansus Pelindo II yang juga berdampak pada kembalinya saham Indonesia 100 persen di Pelabuhan Peti Kemas Surabaya. Di akhir periode 2014-2019 lalu, Rieke berhasil menggolkan UU Sistem Nasional IPTEK. Semua prestasi itu salah satunya dinilai karena Rieke fokus menjalankan tugasnya.

Sayangnya untuk RUU Omnibus Law Cipta Kerja, fokus saja dinilai tidak cukup. ”Komandan yang bersifat fokus tentu berbeda dengan komandan yang bersifat overall. Banyak sektor, itu kira-kira,” kata dia.


Editor : Zen Teguh