Diduga Bikin Grup WA Provokasi Demo di DPR, Pelajar STM di Banten Ditangkap Polisi

Okezone ยท Minggu, 06 Oktober 2019 - 13:56 WIB
Diduga Bikin Grup WA Provokasi Demo di DPR, Pelajar STM di Banten Ditangkap Polisi

Polisi menangkap pelajar STM di Banten karena diduga bikin grup WA berkonten provokatif, Minggu (6/10/2019). (Foto: Okezone/Mahesa)

SERANG, iNews.id - Seorang pelajar berinisial AG (16) ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten, Minggu (6/10/2019). Polisi menangkap pelajar itu karena diduga membuat WhatsApp Group (WAG), yaitu WAG "STM/K Penerus Bangsa."

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, konten tersebut cenderung provokatif. AG merupakan pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (STM/K) di Pandeglang, Banten.

"Di hadapan anggota Ditreskrimsus Polda Banten, AG mengakui telah membuat grup WA melalui handphone miliknya. Hal ini agar para siswa (STM/K) ramai-ramai mengikuti demo di DPR RI beberapa waktu lalu," katanya.

Tomsi mengatakan, ide pembuatan grup WA itu karena terpengaruh ajakan konten provokatif yang banyak bertebaran di media sosial (medsos). "WAG itu dia buat lantaran terpengaruh ajakan dari konten provokatif lainnya di media sosial, yang di-share di grup FB, mengambilnya dan meneruskannya ke WAG lainnya," ujarnya.

Mengenai jumlah peserta grup tersebut, Tomsi mengungkapkan, terakhir ada sekitar 218 peserta. AG merupakan admin grup dalam WAG STM/K, Penerus Bangsa. "Peserta grup di WAG itu beranggotakan para pelajar SMK. Pertama kali dibuat oleh yang bersangkutan tertanggal 27 September 2019," ujar Kapolda.

Sedangkan, Kasubdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Wiwin Setiawan menjelaskan, AG mengaku ada seseorang yang menyuruhnya membuat grup 'Penerus Bangsa. Polisi masih menyelediki dan mendalami informasi tersebut.

"AG masuk sebuah grup Facebook STM se-Bogor, kemudian atas salah satu saran dari anggotanya untuk membuat grup WhatsApp," katanya.

"Pelaku masih di bawah umur dan berdasarkan penyelidikan, tidak ditemukan AG didapati riwayat percakapan apapun di dalam grup itu. Perlu ditekankan bahwa AG hanya pembuat grup, tidak pernah mengirimkan pesan atau konten apapun," tuturnya.

Setelah AG membuat grup tersebut, link tautan grup itu oleh orang yang saat ini dilakukan pendalaman kemudian di-share di grup Facebook STM se-Bogor. "Masih dilakukan penyelidikan," ujar Wiwin.


Editor : Djibril Muhammad

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua