Dikabarkan Kena OTT KPK, Ini Profil Ketum PPP Romahurmuziy

Andi Mohammad Ikhbal ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 12:58 WIB
Dikabarkan Kena OTT KPK, Ini Profil Ketum PPP Romahurmuziy

Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy dikabarkan terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat (15/3/2019). Saat ini, pihak-pihak yang ditangkap sedang menjalani pemeriksaan intensif penyidik KPK di Mapolda Jatim.

Muhammad Romahurmuziy akrab disapa Romy meniti karier politiknya bersama PPP. Putra kelahiran Sleman, 10 September 1974 ini merupakan anak dari KH Prof Dr M Tolchah Mansoer, yang merupakan pendiri Ikatan Pelajar NU (IPNU), anggota DPR-GR mewakili Partai NU DIY di zaman orde Lama dan Rois Syuriah PBNU 1986-1986. Kakeknya juga pernah menjabat sebagat Menteri Agama ketujuh RI KH Muhammad Wahid Wahab.

Karier politiknya menanjak setelah menjadi orang kepercayaan Ketum PPP 2007-2014 Suryadharma Ali. Romy menjadi staf khusus beliau saat menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM.


BACA JUGA:

Romy Dikabarkan Ditangkap KPK, Elite PPP Langsung Balik ke Jakarta

Ditanya soal Penangkapan Ketum PPP, Ketua KPK: Betul Ada Giat di Jatim

OTT Petinggi Parpol, Penyidik KPK Bawa 3 Koper ke Subdit III Tipidkor


Ketika itu, Romy memegang jabatan sebagai Sekjen DPP PPP periode 2011-2015 yang terpilih dalam Muktamar VII PPP di Bandung. Pada Muktamar VIII PPP Tahun 2014 di Surabaya, Romy terpilih sebagai Ketum PPP periode 2014-2019, namun kepengurusannya dibatalkan.

Dirinya kemudian kembali menggelar Muktamar di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta. Hasilnya secara aklamasi, Romy terpilih kembali sebagai ketua umum untuk periode 2016-2021. Dalam konflik kepengurusan di tubuh PPP, MA menyatakan kepengurusan resmi PPP di bawah Ketum Romahurmuziy.

Sejak 30 Mei 2011, Romy duduk sebagai Ketua Komisi IV DPR mewakili Fraksi PPP. Komisi IV ini membidangi permasalahah pertanian, perkebenan, kehutanan, pangan, kelautan dan perikanan. Pada Pemilu 2014, dirinya kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2015-2019.

Menjelang Pilpres 2019, nama Romy sempat mencuat menjadi salah satu kandidat dalam bursa calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi). Dia termasuk dalam empat nama yang disodorkan berdasarkan hasil sidang pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satu nama lainnya yakni KH Ma’ruf Amin yang akhirnya terpilih mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Dilansir www.romahurmuziy.com, Selain menjadi ketum partai termuda di parlemen, Rommy memiliki beberapa bakat yang mumpuni. Di antaranya bakat bermusik yang telah digelutinya sejak duduk di bangku sekolah. Dia bahkan memiliki grup band yang dibentuk bersama teman-temannya sejak SMA, yakni Bhinneka Svara IX.

Gus Rommy menjadi kiblat santri milenial. Selain memiliki kecakapan bermusik, dia juga mahir dalam murrotal Al-Quran. Beberapa lomba Murrotal Al-Quran pernah dijuarainya sejak duduk di bangku sekolah.

Sebagai sosok intelektual muda dengan beberapa prestasi akademik yang di raih. Gus Rommy pernah menjadi dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia juga memiliki keahlian dalam bidang bisnis.

Motto yang saat ini dijalankan partai yang dipimpinnya yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas. Ketiganya merupakan satu komposisi yang tidak bisa dipisahkan.


Editor : Donald Karouw