Dilaporkan Kasus Berita Megawati, Ini Kata Hersubeno

Raka Dwi Novianto · Kamis, 16 September 2021 - 00:41:00 WIB
Dilaporkan Kasus Berita Megawati, Ini Kata Hersubeno
Ilustrasi. DPD PDIP Jakarta melaporkan kasus hoaks ke polisi (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta melaporkan pegiat media sosial Hersubeno Arief ke Polda Metro Jaya. Pelaporan itu terkait pernyataan Arief yang menyebut Megawati Soekarnoputri sedang dirawat di RS Pertamina.

Saat dihubungi, Hersubeno memilih untuk tidak menanggapi pelaporan tersebut. Dia mempersilkan wartawan untuk menghubungi Pemimpin Redaksi FNN, Mangarahon Dongoran.

"Mas silakan kontak Pak Rahon pemred FNN ya," kata Hersubeno saat dihubungi MNC Portal, Rabu (15/9/2021) malam.

Terpisah, Pemred FNN Mangarahon Dongoran mengatakan pernyataan yang disampaikan Hersubeno merupakan kara jurnalistik yang telah dipersiapkan.

"Itu karya jurnalistik yang memang kita bikinkan konten itu produk kita sendiri," kata Mangarahon saat dihubungi MNC.

Rahon pun mempertanyakan pelaporan oleh DPD PDIP yang menyebut Hersubeno telah menyebarkan informasi bohong atau hoaks. "Saya tidak mengerti di mana menyebarkan berita hoaks, karena pertama mas Hersubeno mempertanyakan dia ragukan dengan kabar itu. Mas Hersubeno (hanya membacakan) tanggapan-tanggapan petinggi PDIP, " tuturnya

Terkait pernyataan 1000 persen valid Megawati Soekarnoputri sedang dirawat di RS Pertamina, kata Rahon, Hersubeno juga ragu-ragu dengan kabar tersebut. "Itu ada yang dilaporkan itu karena valid 1000 persen, itupun mas Hersu mengatakan dia juga ragu-ragu apa benar. Ini karena dia dapat WA dari dokter itu saya jadi ragu-ragu itu kalimat dia seperti itu di dalam vidio itu kalau di dengarkan dengan utuh," katanya.


Laporan DPD DKI Jakarta diterima oleh Setra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor surat LP/B/4565/IX/SPKT/Polda Metro Jaya. 

Dalam laporan tersebut dia membawa barang bukti berupa flashdisk, tangkapan layar berita yang memuat pernyataan terlapor. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq