Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ketum PGI Sebut Video Ceramah JK Sudah Dipelintir, Minta Masyarakat Tak Terhasut
Advertisement . Scroll to see content

Din Syamsuddin Desak Polisi Setop Laporan terhadap JK: Timbulkan Luka Lama

Jumat, 24 April 2026 - 10:05:00 WIB
Din Syamsuddin Desak Polisi Setop Laporan terhadap JK: Timbulkan Luka Lama
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mendesak polisi tidak melanjutkan laporan terhadap Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) (foto: Ari Sandita)
Advertisement . Scroll to see content

Oleh karena itu, Din kembali berpesan kepada polisi untuk menghentikan laporan tersebut. Terlebih, video itu dipotong dan dipelintir untuk mengadu domba masyarakat.

"Maka pesan kami, pesan saya, hentikan, tidak perlu maju karena jelas itu tidak beralasan, apalagi jika ada yang mengambil prakarsa, mengupload video yang dipelintir itu, ini sebuah langkah yang berbahaya. Kepada umat Islam, umat Kristiani saya berpesan untuk dapat menahan diri, jangan terpengaruh penghasut, oleh provokator yang bersengaja mengadu domba di antara umat beragama di Indonesia ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Manuputty meminta masyarakat tidak termakan pelintiran video ceramah Jusuf Kalla (JK) tentang mati syahid. Menurut dia, video yang viral tersebut dipotong dan dipelintir dari video utuh JK.

Jacklevyn menilai, potongan video yang beredar seolah dikemas untuk mengadu domba antarumat bergama. Menurutnya, ceramah JK secara utuh sebenarnya bisa dipahami dengan baik, terlebih olehnya yang terlibat langsung dalam proses perdamaian yang terjadi di Ambon, Maluku dan Poso. Pemilihan istilah syahid dari JK sejatinya tak menggeser makna dari istilah martir dalam agama Kristen.

"Kalaupun bilang martir, kami juga melakukan melampaui apa yang selalu disebut sebagai martir di dalam konflik, saling membantai, saling membunuh dengan kondisi yang mungkin tidak pernah dibayangkan. Di situ kita lihat bagaimana ketika agama diambil sebagai senjata di tangan untuk pihak-pihak yang bertikai maka kehancurannya sangat luar biasa," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut