Dipanggil KPK sebagai Tersangka Suap, Eks Ketua BPK Rizal Djalil Tak Datang

Ilma De Sabrini ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 17:12 WIB
Dipanggil KPK sebagai Tersangka Suap, Eks Ketua BPK Rizal Djalil Tak Datang

Mantan Ketua BPK, Rizal Djalil. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.idKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua BPK, Rizal Djalil (RIZ), sebagai tersangka rasuah. Dia dipanggil terkait kasus suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

Tidak hanya itu, KPK juga memanggil tersangka lainnya yakni Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama (MD), Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP). Namun, Leonardo juga tidak hadir dalam agenda pemeriksaan hari ini.

“Tersangka RIZ dan LJP dalam kasus suap terkait proyek pembangunan (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018, tidak hadir. Mereka memberitahukan belum bisa hadir memenuhi pemeriksaan hari ini,” kata Febri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Karena ketidakhadiran itu, penyidik KPK menjadwalkan ulang terhadap pemanggilan keduanya sebagai tersangka. Rizal akan dijadwalkan ulang pada Rabu (9/10/2019) lusa. Sementara, Leonardo dijadwalkan ulang pada Kamis (10/10/2019).

Dalam kasus proyek SPAM di Kementerian PUPR, KPK menetapkan dua tersangka baru. Keduanya adalah Anggota IV BPK, Rizal Djalil, dan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP).

Rizal diduga telah menerima uang suap sejumlah Rp1,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura. Uang itu diberikan Leonardo sebagai balas jasa kepada Rizal. Rizal dianggap telah membantu perusahaan Leonardo mendapatkan proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

Rizal mendapatkan proyek itu setelah upaya lobi-lobi dengan direktur SPAM agar dia dapat ikut pelaksanaan proyek di lingkungan SPAM. Atas perbuatannya Rizal disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sementara, Leonardo sebagai pihak yang diduga pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Editor : Ahmad Islamy Jamil