Dipuji HT, Pedagang Gado-Gado Binaan Perindo Terharu hingga Menangis

Okezone ยท Sabtu, 30 Maret 2019 - 23:45 WIB
Dipuji HT, Pedagang Gado-Gado Binaan Perindo Terharu hingga Menangis

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Kartini Perindo serta caleg DPR RI Partai Perindo Dapil DKI Jakarta II Liliana Tanaja Tanoesoedibjo mencicipi gado-gado di pinggir jalan milik Bu Atun di Jalan Bangka Raya, Mampang Prapatan

JAKARTA, iNews.id - Ada pemandangan tak biasa yang terjadi di Jalan Bangka Raya, Mampang Prapatan , Jakarta Selatan siang ini, Sabtu (30/3/2019). Sekitar pukul 12.00 WIB, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mencicipi gado-gado di pinggir jalan milik Bu Atun.

Dengan ditemani sang istri yang juga Ketua Umum Kartini Perindo serta caleg DPR RI Partai Perindo Dapil DKI Jakarta II Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, sepiring gado-gado di hadapan pria yang akrab disapa HT itu pun ludes dilahap.

Pemiliknya adalah Bu Atun, perempuan berusia 60 tahun yang mulai berdagang gado-gado di Jalan Bangka Raya sejak enam tahun lalu. Mendapat bantuan gerobak Perindo dua tahun lalu, Bu Atun membulatkan tekad untuk berjualan gado-gado demi bertahan hidup.

Berkat kerajinan dan keuletan Bu Atun, HT dan Liliana pun tergoda untuk mencicipi makanan khas Jakarta itu. Bahkan, Liliana turut membantu Bu Atun menyiapkan sajian gado-gado dari gerobak tersebut.

Usai menghabiskan sepiring gado-gado dengan tingkat kepedasan sedang, HT memuji kepiawaian Bu Atun menyuguhkan makanan dengan cita rasa enak meski lokasinya di pinggir jalan.

"Saya yang ngulek, Ibu Liliana bantuin ngambil sayur sendiri dan mencampurnya. Saya dengar katanya Ibu Liliana memang pintar masak juga. Kata Pak Hary, gado-gadonya enak, rasa manis dan asinnya pas. Sampai bilang mau pesan lagi," ungkap Bu Atun dengan senyum merekah.

Bu Atun adalah salah satu pedagang binaan UMKM Partai Perindo yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Bersama suaminya, dia berjualan gado-gado dan karedok setiap hari.

Ibu Atun, pedagang gado-gado binaan Partai Perindo. (Foto: MNC)

Dia pun menceritakan susahnya hidup di Jakarta saat baru datang dari Ambarawa, Jawa Tengah sekitar 1978. Tanpa bekal keuangan yang mencukupi, dia dan suami berjualan serabutan untuk mengubah nasib. Dalam prosesnya, Bu Atun sempat merasa ingin menyerah karena tak kunjung mendapatkan hidup yang layak.

"Anak saya saat itu masih kecil, mau makan saja susah. Penghasilan enggak ada. Tahun 1995 baru mulai dagang," ujar Bu Atun terisak, sesekali menyeka air matanya menggunakan celemek yang menempel di tubuhnya.

Bu Atun tidak memungkiri hidupnya mulai berubah sejak mulai berjualan gado-gado. "Terima kasih Perindo yang sudah memberikan bantuan gerobak yang harganya cukup mahal. Saya tersentuh ada yang bantu. Terima kasih Pak Hary Tanoe saya bisa berjualan menyambung hidup, jadi sedikit terbantu," ungkapnya.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Kartini Perindo serta caleg DPR RI Partai Perindo Dapil DKI Jakarta II Liliana Tanaja Tanoesoedibjo. (Foto: MNC)

HT sendiri berjanji akan memberikan gerobak lain untuk pedagang-pedagang yang rajin dan penuh keuletan dalam menjalankan usaha kulinernya. Dengan demikian, bisa menjadi contoh bagi masyarakat bahwa bantuan akan datang untuk mereka yang rajin dan memanfaatkan usahanya semaksimal mungkin.

"Makanya karena ibu rajin ditambah suaminya jualan, nanti kita kasih gerobak satu lagi, sebagai contoh buat yang lain. Kita ini memfasilitasi mereka supaya sejahtera, tapi mereka harus rajin. Jadi kalau rajin kita bantu. Supaya sebagai contoh, dari bawah bisa berhasil," tutur HT.

Setelah mengunjungi beberapa pedagang di kawasan Jalan Bangka, HT dan Liliana berinteraksi dengan masyarakat dalam bazaar beras murah yang diadakan Kartini Perindo. Tak hanya beras murah, masyarakat juga gratis memeriksakan kesehatan matanya dan membeli kaca mata baca dengan harga Rp2.000.


Editor : Djibril Muhammad