Ditangkap Kasus Makar, Lieus Mengaku Pasrah Walau Tak Terima

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 20 Mei 2019 - 11:39 WIB
Ditangkap Kasus Makar, Lieus Mengaku Pasrah Walau Tak Terima

Juru Kampanye (Jurkam) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Lieus Sungkharisma. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, INews.id - Lieus Sungkharisma digiring ke Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Lieus mengaku pasrah walaupun tidak terima lantaran pemanggilan baru dilakukan sebanyak dua kali.

"Ditahan ya tidak apa-apa, saya sudah ikuti saja. Padahal kan panggilan baru dua," kata Juru Kampanye (Jurkam) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5/2019).

Pantauan iNews.id Lieus tida di Mapolda Metro sekitar pukul 10.10 WIB digiring penyidik dengan tangan terikat. Dia diduga melakukan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dan makar.

Dia mengaku saat ditangkap diperlakukan tidak selayaknya. Dia jemput dengan cara ditarik dan diangkat.

"Saya langsung ditarik, saya diangkat kayak ogoh-ogoh ya kan. Jadi enggak adil lah, ini lah," ujarnya sambil berjalan.

Lieus Sungkharisma ditangkap Polda Metro Jaya. Dia diduga melakukan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dan makar.

"Iya (yang bersangkutan ditahan) silakan ke Krimum ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma dilaporkan Jalaludin. Laporan terhadap aktivis Lieus Sungkharisma ke Bareskrum Mabes Polri dengan Nomor Laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Kemudian Laporan tersebut dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Lieus dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto asal 110 juncto Pasal 87 dan atau Pasal 163 juncto Pasal 107.

Editor : Djibril Muhammad