Ditetapkan Tersangka, Brigjen Prasetijo Utomo Diancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Irfan Ma'ruf · Senin, 27 Juli 2020 - 21:11:00 WIB
Ditetapkan Tersangka, Brigjen Prasetijo Utomo Diancam Hukuman 6 Tahun Penjara
Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo (BJPU) sebagai tersangka penerbitan surat jalan untuk buron kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Prasetijo setidaknya disangkakan terhadap tiga hal.

Pertama, Prasetijo disangkakan memalsukan dan menggunakan surat jalan serta surat rekomendasi kesehatan untuk Djoko Tjandra. Selanjutnya Prasetijo yang notabene penegak hukum disangkakan membantu orang yang dirampas kemerdekaannya dalam hal ini Djoko Tjandra.

"BJPU yang merupakan anggota Polri sebagai penegak hukum telah membiarkan atau memberi pertolongan kepada Djoko Tjandra dengan memberikan surat jalan, surat keterangan bebas covid-19, dan surat rekomendasi kesehatan," kata Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/7/2020).

Yang ketiga Brigjen Prasetijo disangkakan menghalangi atau mempersukar penyidikan, menghancurkan serta menghilangkan sebagian barang bukti. Menurut pemeriksaan sejauh ini Bareskrim menduga Prasetijo memerintahkan Kompol Joni Andrianto membakar surat perjalanan yang telah digunakan Djoko Tjandra dan pengacaranya Anita Kolopaking.

"Kesimpulannya BJPU dipersangkakan dengan Pasal 263 Ayat 1 dan Ayat 2 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP dan Pasal 426 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 221 Ayat 1 ke-2 KUHP. Ancaman maksimal enam tahun penjara," ucapnya.

Listyo memastikan penyelidikan kasus ini terus berlangsung dengan tidak menutup kemungkinan munculnya tersangka baru. Selain itu Polri akan bekerja sama dengan KPK untuk mengusut aliran dana yang membuka kemungkinan adanya tindak pidana korupsi.

"Proses kode etik juga masih berjalan," katanya.

Sebelumnya, Prasetijo dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Jenderal bintang satu ini diduga menjadi dalang atas terbitnya surat jalan bagi Djoko.


Editor : Rizal Bomantama