Doa Bangsa untuk Sumatra, Menag Sebut Bencana Jadi Momentum Introspeksi Bangsa
Ia menekankan bahwa di balik musibah selalu ada janji kenaikan derajat bagi mereka yang bersabar dan mengambil hikmah. Nasaruddin pun mengajak masyarakat untuk tidak menghakimi korban bencana, melainkan memperkuat empati dan solidaritas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperbanyak doa bagi para korban bencana di Sumatera. Ia menegaskan bahwa doa memiliki kekuatan besar, bahkan bagi mereka yang belum mampu memberikan bantuan material.
“Bagi Anda yang tidak sempat mungkin memberikan bantuan material, jangan dikira doa itu kecil artinya. Doa itu adalah ibadah, doa adalah silaturahmi, doa itu adalah intinya seluruh ibadah, dan doa itu adalah senjatanya yang paling ampuh buat orang-orang beriman,” katanya.
Nasaruddin turut menyinggung upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penanganan dampak bencana, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.
“Makanya itu Bapak Presiden kita juga membantu untuk resolusi secara cepat terhadap bala bencana yang menimpa, terutama untuk betul-betul memberikan sesegera mungkin jalan keluar agar jalan yang terputus, agar jembatan yang terputus di Sumatra bisa diperbaiki segera,” ujar dia.