Doni Monardo: Kita Harus Belajar dari Flu Spanyol yang Terjang Nusantara, Korban 4 Juta Jiwa

Binti Mufarida · Senin, 10 Agustus 2020 - 03:50:00 WIB
Doni Monardo: Kita Harus Belajar dari Flu Spanyol yang Terjang Nusantara, Korban 4 Juta Jiwa
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo mengajak masyarakat belajar dari sejarah terkait penyebaran virus di Indonesia. Ternyata pandemi akibat virus yang dikenal Flu Spanyol pernah terjadi pada 1918.

Doni memaparkan, Flu Spanyol pernah menerjang wilayah Nusantara yang saat itu masih dikuasai pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Korban jiwa dari virus itu mencapai hampir 4 juta orang.

"Paling banyak itu di Pulau Jawa karena penduduknya sangat banyak 4 juta jiwa. Korban jiwa terjadi karena kasus flu Spanyol pada periode Maret 1918 sampai dengan periode September 1919," kata Doni secara virtual, Minggu (9/8/2020).

Upaya yang dilakukan pemerintah Hindia-Belanda saat itu, Doni mengungkapkan yakni dengan melakukan sosialisasi dalam bentuk wayang. "Salah satu cara yang dilakukan Belanda yaitu dengan menggunakan kearifan lokal memanfaatkan wayang untuk program sosialisasi," ujar mantan danjen Kopassus ini.

Dalam konteks terkini, Doni mengakui, sosialisasi untuk mencegah pandemi virus corona yakni dengan media sosial. "Nah, hari ini tentu kita harus menyesuaikan program sosialisasi yang paling banyak diminati masyarakat lewat apa bisa lewat televisi, radio dan media sosial, lewat Instagram, lewat YouTube, lewat Facebook, apa saja harus kita lakukan," tuturnya.

Doni memaparkan, sosialisasi pencegahan Covid-19 bisa dilakukan secara fisik maupun online. Sosialisasi itu berisi penerapan protokol kesehatan.

"Dari udara, dari darat, dari fisik dan kita harus juga menggalakkan program setiap hari. Setiap orang harus mampu mengajak orang-orang di sekitarnya untuk patuh kepada protokol kesehatan,” katanya.

Doni mengatakan sosialisasi juga bisa dilakukan sebagaimana dulu ada empat sehat lima sempurna. "Mari kita transformasikan empat sehat lima sempurna zaman dulu ke dalam kehidupan kita hari ini selama masih terjadi wabah Covid," ucapnya.

"Pertama pakai masker, yang kedua jaga jarak, yang ketiga mencuci tangan. Yang keempat olahraga teratur, istirahat yang cukup tidak boleh panik karena panik bisa menimbulkan imunitas tubuh berkurang atau menurun sehingga terpapar Covid. Dan yang terakhir yang kelima adalah memakan-makanan yang bergizi dan sehat," tutur Doni.

Editor : Djibril Muhammad