Dosen Nonaktif Abdul Basith Berencana Gagalkan Pelantikan Jokowi dan KH Ma'ruf Amin

Aditya Pratama ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 09:38 WIB
Dosen Nonaktif Abdul Basith Berencana Gagalkan Pelantikan Jokowi dan KH Ma'ruf Amin

Polda Metro Jaya. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith (AB) dan rekannya disebut berencana melancarkan aksi di sejumlah titik di Jakarta. Polisi menyatakan AB dan tersangka lainnya akan menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto menuturkan, AB dan rekannya akan meledakkan bom ikan yang berisi paku. Titik yang menjadi target peledakan berada di wilayah Jakarta Barat.

"Mereka berencana akan meledakkan bom-bom tersebut di sepanjang Grogol sampai dengan Roxy (Jakarta Barat)," katanya kepada wartawan, Rabu (8/10/2019).

BACA JUGA:

Bom Milik Dosen Nonaktif IPB Berdaya Hancur Luar Biasa

Polisi Sebut Dosen Nonaktif IPB Sewa Ahli Bom dari Ambon dan Papua

Jadi Tersangka, Ini Peran Dosen IPB terkait Bom Molotov Aksi Mujahid 212

Dari pengakuan AB dan tersangka lainnya, mereka ingin menurunkan Presiden Jokowi melalui cara kerusuhan. Bahkan, puncaknya mereka juga berencana menggagalkan pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih.

"(Tujuan mereka) menurunkan presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK dan terakhir target utama mereka membatalkan pelantikan presiden," ujar Suyudi.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, bom tersebut memiliki daya ledak dan penghancur luar biasa. Bom yang diamankan itu memiliki unsur-unsur bahan peledak dan berisi paku.

"Andaikan ini meledak, daya hancurnya lebih tinggi. Tidak sesederhana bom molotov. Dampak pecahan kaca ini kan dirakitnya dalam satu botol. Kacanya akan menjadi bagian yang membahayakan, demikian juga paku-paku di sekitar botol tersebut yang dikemas dan dibalut di bagian coklat ini (nunjuk gambar)," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Oktober 2019.

AB ditangkap polisi bersama lima orang lainnya yakni SS, OS, AU, YF dan S di Tanggerang. AB diduga menjadi otak pembuatan bom molotov untuk membuat kerusuhan dalam aksi Mujahid 212 di Jakarta pada Sabtu 28 September 2019.

AB diamankan Sabtu, 28 September 2019, di Jalan Hasyim Asyari, Tangerang Kota. Barang bukti yang disita petugas salah satunya bom molotov siap pakai untuk Aksi Mujahid 212 berjumlah 29 buah.


Editor : Djibril Muhammad