DPR Segera Bahas Revisi UU Penyiaran, Salah Satunya Soal Siaran Berbasis Internet

Kiswondari · Minggu, 30 Januari 2022 - 13:44:00 WIB
DPR Segera Bahas Revisi UU Penyiaran, Salah Satunya Soal Siaran Berbasis Internet
Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari. (Foto Antara).

Saat kunjungan kerja (kunker) ke TVRI Yogyakarta Jumat (28/1) kemarin, dia menjelaskan bahwa RUU Penyiaran masuk ke dalam RUU Prioritas Tahun 2022. Kunjungan kerja Komisi I ke Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tujuan mendapatkan data, informasi, dan masukan terkait RUU tentang Penyiaran, yang akan digunakan sebagai bahan acuan dan kajian Panja Komisi I DPR RI dalam perumusan RUU Penyiaran.

Kharis menjelaskan, meskipun Undang-Undang Cipta Kerja telah mengubah sejumlah ketentuan dalam UU Penyiaran seperti misalnya Analog Switch off (ASO) pada 2022, model migrasi, dan penyelenggara multiplexing di setiap wilayah siar.

RUU Penyiaran tetap sangat penting untuk dibahas, salah satunya adalah penyiaran multiplatform atau penyiaran yang berbasis internet saat ini belum diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sehingga hasil revisi UU Penyiaran diharapkan dapat menjawab tantangan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini.

"Pada kenyataannya, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran masih mengandung kelemahan. Salah satunya adalah multiplatform atau penyiaran yang berbasis internet, kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang kurang optimal dan strategis terhadap tayangan di media sosial," jelas Kharis.

Editor : Faieq Hidayat

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda