Dua Tahun Prabowo-Gibran: Meneguhkan Demokrasi Konstitusional, Mendorong Transformasi Bangsa
Transformasi Ekonomi dan Kedaulatan Sumber Daya
Gagasan transformasi Indonesia telah disampaikan Prabowo sebelum menjabat sebagai presiden melalui buku Paradoks Indonesia & Solusinya dan Strategi Transformasi Bangsa. Pokok pemikirannya adalah bagaimana kekayaan sumber daya alam dapat menjadi fondasi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar menghasilkan nilai ekonomi yang terkonsentrasi pada kelompok atau wilayah tertentu.
Swasembada pangan, hilirisasi, kedaulatan energi, pengelolaan sumber daya alam, dan reformasi tata kelola agraria menjadi bagian dari agenda strategis tersebut. Indonesia perlu bergerak dari pemasok bahan mentah menuju negara yang mampu menciptakan nilai tambah melalui industrialisasi, penguasaan teknologi, penguatan produksi, dan penciptaan lapangan kerja.
Ketahanan pangan, misalnya, tidak cukup diukur dari ketersediaan bahan makanan. Pendapatan petani, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan produksi juga menentukan keberhasilannya. Demikian pula, hilirisasi energi perlu dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap ketahanan pasokan, efisiensi, nilai tambah, dan kelestarian lingkungan.
MBG dan Koperasi Desa: Memperluas Pusat Pertumbuhan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus membuka peluang ekonomi daerah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur pelayanan tersebut berpotensi menciptakan permintaan terhadap pangan lokal, membuka lapangan kerja, dan menghubungkan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha kecil dengan rantai pasok yang lebih terorganisasi.
Data Badan Gizi Nasional per 9 Oktober 2026 menunjukkan bahwa dari 26.385 SPPG yang ada, program ini telah menyerap 1.027.998 tenaga kerja dan memberikan dampak kepada 63.608 pelaku ekonomi lokal. Sebanyak 52.689 pelaku, atau 83 persen, merupakan UMKM, sedangkan sisanya berasal dari koperasi dan BUMDes.