Dubes Baru Arab Saudi Kunjungi PBNU untuk Akhiri Polemik Bendera

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 03 Januari 2019 - 17:55 WIB
Dubes Baru Arab Saudi Kunjungi PBNU untuk Akhiri Polemik Bendera

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berbincang dengan Dubes Saudi untuk Indonesia Yahya Al-Qahtani di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (3/1/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA,iNews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan diplomat dari Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang dipimpin Yahya Al-Qahtani. Kunjungan itu untuk memperkuat hubungan antara PBNU dan Saudi serta mengakhiri polemik pembakaran bendera beberapa waktu lalu.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menuturkan, Yahya Al-Qahtani merupakan duta besar baru Arab Saudi untuk Indonesia. Yahya menggantikan Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi.

"Kunjungan Yang Mulia Duta Besar Yahya Al-Qahthani ini menjadi dubes Saudi Arabia di Indonesia yang baru mengganti Syekh Osama," kata Said di Gedung PBNU, Kamis (3/1/2019).

Said menjelaskan, pertemuan ini sebagai bentuk silaturahmi dan wujud hubungan baik antara muslim Indonesia dengan masyarakat Saudi. Hubungan kedua negara, kata dia, sejak dulu hingga sekarang berjalan baik. Bila sesekali terjadi gesekan, hal tersebut dinilai wajar.

Said menambahkan, pertemuan ini sekaligus meluruskan pernyataan dubes sebelumnya terkait pembakaran bendera hingga Reuni 212.

PBNU sebelumnya menyesalkan informasi yang disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suabi mengenai peristiwa pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Informasi melalui akun Twitter itu dianggap telah melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

Osama menyebut aksi Reuni 212 merupakan reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh organisasi sesat. PBNU pun menyebut pernyataan ini sebagai pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya. Sebagai bentuk protes, PBNU meminta agar Osama diganti.

Menurut Said, kunjungan Yahya Al-Qahtani merupakan langkah baik untuk tetap menjalin hubungan dengan umat muslim Indonesia.

"Sekali lagi kunjungan beliau langkah efektif insyaallah hubungan berikutnya lebih baik lagi, dan mudah-mudahan dubes yang masih muda ini akan membawa berkah" ujar alumnus Universitas Umm Al-Qura, Saudi ini.

Sementara itu Yahya menyampaikan bahwa kunjungannya ke PBNU merupakan bentuk keinginan pemerintah dan masyarakat Saudi untuk memiliki hubungan yang lebih baik lagi dengan Indonesia. Selama ini relasi kedua negara telah berjalan harmonis dan diharapkan bakal terus membaik.

"Di mata Pemerintah Arab Saudi, Indonesia bangsa yang khas, memiliki pandangan tertentu karena Indonesia negara yang jumlahnya banyak muslim. Ada tali ikatan rohani spiritual dengan bangsa Indonesia yang sangat banyak jumlahnya dengan masyarakat yang ada di sana," kata Yahya.

Editor : Zen Teguh