Duh! RI Kehilangan Rp17,9 Triliun per Tahun gegara Penyelundupan Benih Lobster!
Trenggono menyayangkan potensi besar benih lobster tersebut belum memberikan manfaat ekonomi secara maksimal. Padahal, ketersediaan BBL dinilai dapat mendukung pengembangan usaha budidaya lobster dan meningkatkan nilai tambah industri perikanan Indonesia.
Menurut dia, besarnya potensi benih belum membuat Indonesia unggul dalam industri budidaya lobster. Pemerintah telah melakukan sejumlah uji coba budidaya di berbagai wilayah, termasuk Batam dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Namun, tingginya permintaan benih lobster dari negara tetangga menjadi salah satu kendala. Nelayan dinilai lebih terdorong menjual benih secara langsung karena proses pembesaran membutuhkan waktu dan biaya yang besar.
"Kebutuhan akan BBL yang dibutuhkan oleh negara tetangga kita yang sangat besar, itu yang menyebabkan masyarakat kita dengan mudahnya segera menjual benih bening lobster itu daripada dibesarkan yang butuh waktu dan biaya yang besar," ujarnya.
Selain permintaan pasar, perbedaan harga di Indonesia dan Vietnam turut mendorong praktik penyelundupan BBL. Trenggono menyebut harga benih lobster di tingkat nelayan Indonesia berkisar Rp8.500 per ekor.