Eggi Sudjana Tersangka Makar, Kubu Prabowo Ungkit Peristiwa 98

Felldy Utama ยท Kamis, 09 Mei 2019 - 13:15 WIB
Eggi Sudjana Tersangka Makar, Kubu Prabowo Ungkit Peristiwa 98

Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria, menilai penetapan status hukum politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana, sebagai tersangka kasus makar terlalu berlebihan. Dia pun lantas mengungkit pelengseran Presiden kedua RI, HM Soeharto, 21 tahun silam.

Riza menilai pemerintah saat ini sangat terlihat otoriter, arogan, dan juga zalim. Dia mengingatkan, di era reformasi sekarang ini, setiap orang berhak menyatakan pendapat. Sama halnya yang disuarakan Eggi yang menginginkan adanya ganti presiden pada 2019 ini.

“Dulu juga Pak Harto, presiden yang sah, orang people power, salah enggak? Enggak. Ada dijatuhkan waktu itu, diturunkan paksa waktu itu, enggak ada makar itu, enggak ada yang ditersangkakan, enggak ada yang dipenjarakan,” kata Riza di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Politikus Partai Gerindra itu mengaku heran, mengapa pemerintah begitu bernafsu membungkam Eggi karena orasinya. Padahal, selama orasi itu tidak anarkistis, tidak merusak, dan tidak menimbulkan aksi kejahatan, dia menanggap sah-sah saja orang mengekspresikan pendapat di muka umum. Apalagi, kebebasan itu telah dijamin konstitusi di negeri ini.

“Kalau cuma bersuara, berpendapat, enggak ada yang luar biasa. Mau ngomong ganti presiden setiap hari juga boleh,” ujarnya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan calon anggota legislatif (caleg) dari PAN, Eggi Sudjana, sebagai tersangka kasus kejahatan terhadap keamanan negara atau makar. Penetapan status tersangka itu menyusul pernyataan sang politikus tentang people power, beberapa waktu lalu.

Dalam surat telegram Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bernomor S.Pgl/3782/V/2019/Ditreskrimum, penetapan tersangka Eggi diputuskan setelah polisi melakukan gelar perkara dengan kecukupan alat bukti. Adapun alat bukti itu berupa enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, barang bukti berupa dokumen yang disita, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti.

Dalam surat tersebut, tercatat bahwa penetapan status tersangka terhadap tokoh Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu dilakukan berdasarkan gelar perkara pada Selasa (7/5/2019) lalu. Polisi pun telah mengagendakan pemanggilan pertama terhadap Eggi pada Senin (13/5/2019). “Betul (Eggi) dipanggil,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, kepada iNews.id, Kamis (9/5/2019).

Editor : Ahmad Islamy Jamil